Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Jumat, 08 Mei 2026
Jabatan Kepala SMA Negeri 3 Gowa Berganti, Harapan Baru untuk Kemajuan Sekolah.

Jabatan Kepala SMA Negeri 3 Gowa Berganti, Harapan Baru untuk Kemajuan Sekolah.

 

Kasek SMA Negeri 3, Mustakim S.Pd, M.Pd bersama anggota Pramuka.

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) SMA Negeri 3 Gowa kini resmi berganti kepemimpinan seiring memasuki masa purna bakti Dra. Fauzia yang selama ini menjabat sebagai kepala sekolah. Tongkat estafet kepemimpinan kini dipercayakan kepada Mustakim, S.Pd., M.Pd., yang sebelumnya bertugas di SMA Negeri 14 Gowa.


Pergantian nahkoda di lingkungan sekolah tersebut diharapkan membawa semangat baru bagi kemajuan pendidikan, peningkatan prestasi siswa, serta terciptanya suasana belajar yang semakin nyaman dan kondusif.(Jum'at/8/5/25)

Dengan jumlah siswa yang hampir mencapai 1.000 orang, seluruh elemen sekolah berharap di bawah kepemimpinan baru, SMA Negeri 3 Gowa mampu terus berkembang menjadi sekolah unggulan yang melahirkan generasi berprestasi dan berkarakter.

Masyarakat, guru, dan para siswa juga menyampaikan apresiasi atas pengabdian Dra. Fauzia selama memimpin sekolah, sekaligus memberikan dukungan kepada Mustakim, S.Pd., M.Pd. untuk membawa sekolah semakin maju di masa mendatang (Redaksi/MIH/KS).

Kamis, 07 Mei 2026
Agus Andrianto, "Keberhasilan kita ke depan tidak boleh hanya diukur dari aturan turunan, tetapi berbasis output atau dampak nyata"

Agus Andrianto, "Keberhasilan kita ke depan tidak boleh hanya diukur dari aturan turunan, tetapi berbasis output atau dampak nyata"

 

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

JAKARTA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas) Agus Andrianto mengatakan tolak ukur keberhasilan pemasyarakatan ke depan berdasarkan dampak nyata. Contohnya yakni berkurangnya angka residivis, berkurangnya kelebihan kapasitas di lembaga pemasyarakatan dan rumah tahanan (rutan), hingga sejauh mana masyarakat merasakan keadilan dari proses peradilan yang didampingi pembimbing kemasyarakatan dari balai pemasyarakatan (PK Bapas).

"Keberhasilan kita ke depan tidak boleh hanya diukur dari aturan turunan, tetapi berbasis output atau dampak nyata. Apakah residivis menurun, overcapacity kita berkurang, dan apakah keadilan dirasakan oleh masyarakat," kata Menteri Agus dalam Seminar Nasional Pemasyarakatan bertajuk 'Transformasi Sistem Pemasyarakatan dalam Implementasi KUHP dan KUHAP Baru' di Jakarta, Rabu (6/5/2026).

Di sisi lain, Menteri Agus mengaku turut bangga dengan kinerja Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) atas terselenggaranya World Congress on Probation and Parole (WCPP) ke-7 di Bali pada pertengahan April lalu. Sebanyak 400 delegasi dari 44 negara menghadiri kongres internasional ini di tengah dinamika politik global.


Maksimalkan Penerapan KUHP-KUHAP Baru
"Kita patut bangga karena transformasi dan kerja nyata yang kita gaungkan nyatanya telah bergema dan diakui dunia. Baru-baru ini perhatian dunia tertuju pada penyelenggaraan WCPP ke-7 di Bali. Di tengah dinamika politik global, 400 delegasi dari 44 negara menaruh kepercayaan penuh untuk hadir dan melihat langsung jantung pembinaan kita," ungkap Menteri Agus.

"Khususnya yang dilaksanakan oleh Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Bangli dan Griya Adipura Bapas Karangasem," sambungnya.

Menteri Agus mengapresiasi jajarannya yang telah menunjukkan program-program terkait reintegrasi sosial para narapidana. Di Lembaga Pemasyarakatan Narkotika Bangli dan Griya Adipura Bapas Karangasem, konsep reintegrasi dipadukan dengan kearifan lokal.

"Di sana dunia menyaksikan sendiri bagaimana nilai-nilai keadilan restoratif dan reintegrasi sosial yang menjadi jiwa KUHP dan KUHAP mampu berpadu secara luhur dengan kearifan lokal. Respons dunia sangat luar biasa, pendekatan humanis kita menuai pujian internasional karena dinilai mampu menyentuh akar persoalan," ucap Menteri Agus.

Menteri Agus berpendapat pengakuan atas sistem reintegrasi narapidana di Bali oleh delegasi negara peserta WCPP menegaskan bahwa pemasyarakatan Indonesia tidak dipandang sebelah mata. "Pengakuan ini menegaskan bahwa sistem pemasyarakatan Indonesia tidak lagi dipandang sebelah mata, melainkan telah menjadi bagian dari solusi berkelanjutan dalam sistem peradilan pidana," pungkasnya. (Redaksi)





Rabu, 06 Mei 2026
Sanggar Seni Ikambe Gelar Tari Massal Lintas Generasi Merah Putih Di Lapangan Bontolangkasa.

Sanggar Seni Ikambe Gelar Tari Massal Lintas Generasi Merah Putih Di Lapangan Bontolangkasa.


GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Dukungan pemerintah terhadap pelestarian budaya kembali diwujudkan melalui program Dana Indonesiana dari Kementerian Kebudayaan yang dikelola oleh LPDP. Bantuan tersebut kali ini diterima oleh Sanggar Seni Ikambe Bontolangkasa untuk menggelar perhelatan budaya bertajuk Pergelaran Tari Massal Lintas Generasi Merah Putih.

Kegiatan ini dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 13 Juni 2026, di Lapangan Sepak Bola Bontolangkasa, dengan melibatkan sekitar 200 peserta yang terdiri dari penari dan pemusik lintas generasi.

Beragam pertunjukan tradisional akan ditampilkan, di antaranya Paddekko (mappadendang), tari massal putra-putri Singara Bulan, Akroyong, Tari Pepepepe, hingga permainan tradisional Longgak yang kini mulai langka. Selain itu, penonton juga akan disuguhkan penampilan langgam, tabuhan gendang, serta ragam seni tradisional lainnya yang sarat nilai budaya lokal.

Ketua Sanggar Seni Ikambe, S. Kadir Sijaya, menyampaikan bahwa pergelaran ini akan menjadi momentum penting dalam menghidupkan kembali semangat generasi muda terhadap budaya daerah.

“Dalam perhelatan ini kami akan menampilkan pertunjukan yang luar biasa dengan melibatkan ratusan pemain. Ini adalah bentuk komitmen kami bahwa generasi harus terus memajukan budayanya,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa sebagai pelaku seni, Sanggar Seni Ikambe tidak pernah absen dalam menciptakan karya-karya budaya. Menurutnya, pelestarian seni tradisional bukan hanya soal menjaga warisan leluhur, tetapi juga menjadi bagian dari kontribusi nyata dalam pembangunan.

Lebih lanjut, ia berharap pemerintah dapat terus meningkatkan perhatian dan dukungan kepada para pelaku seni agar tetap produktif dan tidak vakum dalam berkarya.

“Berkesenian juga bagian dari membantu pemerintah, terutama dalam membangun generasi muda agar tidak melupakan sejarah budaya dan tradisinya. Bahkan, ini bisa menjadi jalan untuk mengurangi pengangguran melalui kreativitas seni,” tambahnya.

Melalui kegiatan ini, Sanggar Seni Ikambe berharap semangat pelestarian budaya semakin tumbuh, sekaligus memperkuat identitas lokal di tengah arus modernisasi seperti saat ini. (Redaksi)

Gubernur Sulsel Terus Berbenah, Tingkatkan semua Lini Demi Kesejahteraan Masyarakat Sulsel.

Gubernur Sulsel Terus Berbenah, Tingkatkan semua Lini Demi Kesejahteraan Masyarakat Sulsel.


MAKASSAR (MEDIA INDONESIA HEBAT) Memasuki tahun kedua masa jabatannya paska pelantikannya periode kedua, Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman terus menunjukkan kinerja yang progresif. Sejumlah penghargaan berhasil diraih, baik dari pemerintah pusat maupun tingkat regional, sebagai bentuk pengakuan atas capaian pembangunan dan tata kelola pemerintahan di daerah tersebut.

Peningkatan produksi kita tertinggi dan mendapatkan penghargaan Presiden Wira Karya, pungkasnya.

Di sektor transportasi, Pemprov Sulsel mengambil alih pengelolaan layanan Trans Sulsel setelah kontrak Kementerian Perhubungan berakhir.

Menurutnya, langkah tersebut dilakukan agar layanan transportasi publik tetap berjalan dan benar benar dinikmati masyarakat luas.

“Kemenhub sudah selesai kontraknya dan harus beralih ke tempat lain, sehingga kita harus melakukan take over. Maka Trans Sulsel ini kita jalankan, dan Alhamdulillah pelan-pelan, mudah-mudahan bisa kita laksanakan secara bertahap,” katanya.

Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi penerbangan untuk membuka akses ke sejumlah wilayah kepulauan dan daerah terpencil seperti Selayar, Bone, dan Masamba. Kebijakan ini diharapkan dapat mempermudah mobilitas masyarakat dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Paling penting ada MYC 1.000 kilometer jalan, total Rp 3,7 triliun, di mana Rp 2,5 triliun untuk jalan dan 54 ribu hektare untuk irigasi serentak dalam satu kali kontrak tiga tahun. Insyaallah dalam dua sampai tiga tahun ini kita akan punya irigasi baru 54 ribu hektare,” ujarnya.

Program multiyears contract (MYC) 2025–2027 tersebut menjadi salah satu proyek infrastruktur terbesar Pemprov Sulsel, yang ditujukan untuk memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendukung ketahanan pangan.

Tak hanya itu, Andi Sudirman juga menyebut rencana pembangunan dua rumah sakit regional sebagai bagian dari peningkatan layanan kesehatan di Sulsel. Kita akan memiliki dua RS regional, mudah-mudahan lancar semuanya,” tambahnya. 

Berbagai program strategis yang berfokus pada kesejahteraan dan pemberdayaan masyarakat kini tengah berjalan. Di sektor pembangunan, pemerintah provinsi terus menggenjot infrastruktur serta meningkatkan layanan publik demi mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Meski demikian, sejumlah keluhan masyarakat masih muncul. Hal ini dinilai sebagai bagian dari dinamika politik dan proses pembangunan yang terus berjalan. Namun, Gubernur Andi Sudirman Sulaiman menegaskan komitmennya untuk tetap fokus bekerja dan menjalankan program prioritas dalam lima tahun masa kepemimpinannya.

Lebih jauh di katakan sangat penting untuk selalu bersinergi di semua tingkatan pemerintahan. Menurutnya, keberhasilan Sulawesi Selatan tidak lepas dari kerja sama yang solid antara pemerintah provinsi dengan para bupati dan wali kota se Sulsel.

Dengan satu tekad untuk mendorong kemajuan daerah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus berupaya maksimal dalam menjalankan kewenangannya. Harapannya, pembangunan yang merata akan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat, sehingga seluruh lapisan dapat merasakan hasil dari kemajuan daerah. Masyarakat Sulsel harus menikmati hasil pembangunan yang digalakkan pemeritah yang tentunya akan kembali muaranya kepada rakyat. (RED/MIH/KS)

Sertifikat Kalah Oleh Surat Pajak, Sengketa Tanah 7300 Meter Di Bantaeng Picu Sorotan

Sertifikat Kalah Oleh Surat Pajak, Sengketa Tanah 7300 Meter Di Bantaeng Picu Sorotan



BANTAENG (MEDIA INDONESIA HEBAT) Sengketa kepemilikan tanah seluas 7300 meter di Kabupaten Bantaeng menuai perhatian setelah putusan pengadilan tingkat pertama memenangkan pihak penggugat yang diduga hanya mengantongi bukti berupa surat pembayaran pajak.



Kasus ini bermula ketika seorang warga yang telah lama tinggal di atas lahan tersebut—awalnya disebut hanya “menumpang”—mengajukan gugatan ke Pengadilan Negeri Bantaeng terhadap pemilik sah yang memegang Sertifikat Hak Milik (SHM). Dalam proses persidangan, penggugat mengklaim memiliki dasar penguasaan lahan melalui bukti pembayaran pajak selama bertahun-tahun.

Secara mengejutkan, majelis hakim memutuskan memenangkan penggugat, sehingga kepemilikan tanah beralih meskipun tergugat memiliki sertifikat resmi. Putusan tersebut sontak menimbulkan tanda tanya di kalangan masyarakat, mengingat sertifikat hak milik selama ini dikenal sebagai bukti kepemilikan terkuat atas tanah.

Pemilik sertifikat tahun 1981 yang kalah dalam perkara ini, ahli waris dikabarkan tidak mampu melanjutkan upaya hukum ke tingkat berikutnya karena keterbatasan biaya. Kini, ia harus menghadapi kenyataan pahit setelah permohonan eksekusi atas lahan tersebut telah dikeluarkan dan segera dieksekusi rumah panggung pemilik sertifikat.

Kasus ini menjadi sorotan dan memunculkan kekhawatiran publik terkait kepastian hukum atas kepemilikan tanah, terutama bagi masyarakat kecil yang memiliki keterbatasan dalam memperjuangkan haknya di ranah hukum (Redaksi/MIH/KS).

Selasa, 05 Mei 2026
Bupati Takalar Ditengarai Semena Mena, Infokom Matikan "Media Lokal" ?

Bupati Takalar Ditengarai Semena Mena, Infokom Matikan "Media Lokal" ?


TAKALAR (MEDIA INDONESIA HEBAT) Selama ini dalam pemerintahan terdahulu Pemkab Takalar begitu akrabnya dengan media. Tak ada pembatasan bahkan tak ada istilah media Nasional dan media lokal, semuanya berperan dalam kemajuan Takalar, tapi itu dulu.

Namun semenjak orang dari luar  daerah yang jadi Bupati Takalar, sejumlah wartawan yang  mengelola media Online penuh kekecewaan. Menyusul pembatasan media yang selama ini berperan penting dalam pemberitaan keberhasilan pembangunan yang dicapai pemerintah sebelum Dg Manye jadi Bupati.

Dalam pengelolaan anggaran belanja media di Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Takalar kian menyengat. Anggaran yang disebut mencapai Rp 1 miliar hingga Rp1,2 miliar pada Tahun Anggaran 2025-2026 kini berada di bawah sorotan tajam karena cenderung berkeluh kesah dengan berbagai alasan termasuk diantaranya dianggap sangat minim pada hal kalau untuk media yang selama ini menjalin kerja sama cukup memadai, kecuali kalau ada niat jahat menilep nya ?

Diperparah lagi dengan kehadiran kadis Kominfo yang baru, Sejumlah insan pers dan aktivis menduga terjadi penyimpangan sistematis dalam pengelolaan anggaran publikasi media. Dugaan itu mencakup praktik tidak transparan hingga indikasi konflik kepentingan di internal pengelola. Oleh karenanya puluhan wartawan mendesak pihak terkait untuk memeriksa penggunaan anggaran dinas terkait. Karena dikuatirkan orang didalam (internal) Kominfo yang mengelola media sendiri. Sementara media yang selama ini bermitra diabaikan seperti saat ini terjadi.  

“Ini bukan sekadar masalah administratif. Polanya terstruktur dan berpotensi merugikan keuangan daerah,” ujar salah satu aktivis media di Takalar yang meminta namanya tidak disebut, Jumat(01/5/26).

Temuan di lapangan menunjukkan adanya disparitas mencolok dalam distribusi anggaran. Media nasional dan pihak yang disebut ‘orang dekat’ diduga mendapat porsi lebih besar. Sementara media lokal justru dipinggirkan.

Padahal, anggaran Rp1,2 miliar untuk publikasi dinilai tidak memberikan asas manfaat yang jelas bagi masyarakat dan pemerintahan. Ironisnya, Dinas Satpol PP yang membutuhkan anggaran untuk kesiapsiagaan, ketertiban, dan pengamanan kabupaten justru disebut kekurangan dana.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Diskominfo Takalar belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan tersebut. Awak media masih berupaya melakukan konfirmasi lebih lanjut.

Publik kini menanti langkah aparat penegak hukum dan inspektorat daerah untuk mengusut dugaan penyimpangan ini. Transparansi pengelolaan anggaran publikasi media menjadi tuntutan utama agar tidak ada ruang bagi praktik yang mencederai kepercayaan publik.

Banyak kalangan menilai Bupati Dg Manye semena mena terhadap wartawan lokal, dengan menghentikan kontrak  kerja samanya dengan media lokal ? (Redaksi)

Minggu, 03 Mei 2026
Bupati HT "Sinrilik Memuat Sejarah Hingga Etika Hidup Orang Gowa, Buka Sekolah Sinrilik Angkatan I.

Bupati HT "Sinrilik Memuat Sejarah Hingga Etika Hidup Orang Gowa, Buka Sekolah Sinrilik Angkatan I.


GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT.Id) Penyiapan langkah terarah bagi lahirnya generasi penerus tradisi tutur sinrilik di tengah keterbatasan jumlah penutur mulai dijalankan di Kabupaten Gowa. 

Hal ini ditandai dengan dibukanya Sekolah Sinrilik Angkatan I yang dilaksanakan di Sanggar Bakti Antara Nusantara, Desa Maccini Baji, Kecamatan Bajeng, Sabtu (2/5).

Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan sinrilik memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan memelihara ingatan kolektif masyarakat Gowa. 

Kegiatan ini menurutnya, menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan tradisi lisan yang sarat nilai sejarah dan budaya.

“Sinrilik adalah pustaka berjalan yang memuat sejarah, nilai kepahlawanan, hingga etika hidup orang Gowa. Jika ia hilang, maka hilang pula jejak jati diri kita,” ujar orang nomor satu di Gowa ini.

Ia menekankan kehadiran sekolah ini sebagai langkah nyata dalam mengatasi kurangnya jumlah passinrilik yang fasih dan tantangan minat generasi muda di tengah arus digital.

“Sekolah Sinrilik menjadi ruang belajar yang menghubungkan pengetahuan teknik, pemahaman makna, dan kemampuan beradaptasi dengan zaman tanpa meninggalkan pakem,” lanjutnya.

Lanjut Bupati Talenrang, pelestarian membutuhkan keterlibatan aktif generasi muda agar tradisi tetap hadir dalam kehidupan sehari-hari.

“Semoga peserta angkatan pertama menjadi penjaga nyala budaya yang mampu membawa sinrilik kembali hadir di sekolah, panggung budaya, hingga ruang yang lebih luas,” tambahnya.

Sementara, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XIX Sulawesi Selatan, Sinatriyo Danuhadiningrat, menekankan pentingnya kerja sistematis dalam pelestarian tradisi lisan.

“Pelestarian budaya membutuhkan pendataan yang akurat, dokumentasi yang rapi, serta pengarsipan yang berkelanjutan agar tradisi seperti sinrilik tetap terjaga dan dapat diakses lintas generasi,” terangnya.

Ia menambahkan bahwa sinrilik merupakan bagian dari kekayaan budaya Indonesia yang memerlukan kolaborasi antara pemerintah, komunitas, dan akademisi agar tetap hidup.

Di tempat yang sama, Akademisi, Muhammad Thahir dalam orasi ilmiahnya mengingatkan bahwa tradisi tidak cukup diwariskan, tetapi harus terus dihidupkan dalam konteks kekinian.

“Sinrilik ini perlu diberi ruang untuk tumbuh di tengah masyarakat modern, diolah dengan pendekatan baru tanpa kehilangan ruh sehingga tetap relevan,” jelas Thahir.

Pembukaan Sekolah Sinrilik ini diharapkan menjadi titik awal penguatan tradisi lisan di Kabupaten Gowa agar terus berlanjut dan berkembang di tengah perubahan zaman.

Turut hadir pada kegiatan pembukaan ini, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Gowa, Ary Mahdin Asfari, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Gowa, Muh. Sahir, serta Tripika Kecamatan Bajeng.(RED/MIH/KS)

Random Post

Back To Top