Info update
Loading...
Rabu, 05 Oktober 2022

Dugaan Ditabrak Motor Anak Kemenakannya, Hj Ria Ngotot Lanjutkan Dipengadilan.



GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Hampir tidak kondusif, pertemuan antar dua belah pihak. Masing-masing mengutakaran pendapatnya didepan penyidik Laka yang ditangani masing-masing Brigadir Polisi Teguh dan Bripka Pol Abd Rahman. Kedua belah pihak dipertemukan dengan harapan ada solusinya.

Hj Ria Efendi bersama keluarga nya ngotot untuk melanjutkan dugaan Laka lantas tersebut. Walaupun kemenakannya itu dianggap tidak apa-apa, lecet sedikit itupun bukan karena benturan motor, akan tetapi terjatuh sendiri anak tersebut ke jalanan Peping Blok, ujar Alam yang saat itu sedang mengendarai motornya. 

Menurut Alamsyah, dia melihat langsung anak tersebut terjatuh terjerambat karena saat itu dia sedang bermain dan berlari disampingnya mobil parkir dekat jalan pada saat itu. Saya berani di sumpah bahwa saya tidak menyenggol apa lagi dikatakan menabrak, ujarnya di depan polisi.

Waktu itu saya ketakutan, karena pada saat bersamaan, ada anak kecil terjatuh berdekatan sekali pada saat saya melintas, akibatnya saya yang dianggap menabrak lalu dikatai kasar " anak sundala matemako" bahkan ada orang berteriak "pencuri-pencuri" sehingga dirinya menyelamatkan nyawanya. 

Andaikan saya tabrak atau menyenggol anak tersebut pasti posisi saya terjatuh dari motor atau oleng. Bahkan anak kecil itu bisa patah kakinya atau tangannya bahkan bisa luka parah atau mungkin meninggal karena anak kecil andaikan di tabrak.

Niat baik Penyidik Lakalantas Polres Gowa untuk mempertemukan keluarga kedua belah pihak rupanya menemui jalan buntu, karena Hj Ria ngotot untuk dilanjutkan ke tahap berikutnya. 

Sementara Alamsyah dan keluarganya hanya pasrah saja dan menunggu, kalau lanjut, menurutnya ini mungkin cobaan sebagai orang miskin. Karena dirinya tidak merasa menabrak anak tersebut. 

Namun karena dia yang lewat naik motor akhirnya dia yang terkena imbasnya. Karena saat kejadian dan susuai pemeriksaan pertama pihak dibagian Laka tidak seorangpun yang melihat langsung anak itu tertabrak. Karena nanti setelah terjatuh anak itu, baru berlarian lah orang-orang ke anak tersebut. ucap Alamsyah.

Yang pasti saya tidak merasa menabrak, saya tidak terjatuh dari motor, demikian juga motor saya tidak mengalami kerusakan sebagai mana layaknya kalau ada orang tabrakan, ujar Alam lagi.

Kasus laporan keluarga Hj Ria Efendi di bagian Lakalantas Polres Gowa kini masih ditangan penyidik unit Laka. Bahkan pihak Kanit Laka, Aipda Pol Ahmarullah Sahran bersama penyidiknya, Brigadir Pol Teguh dan Pak Bripka Pol Abd Rahman menyarankan agar menempuh cara berdamai saja. Apalagi bertetangga bahkan mungkin keluarga juga. 

Dikatakannya, bahwa kejadian seperti ini tidak ada yang merencanakan, tidak pernah ada yang menyuruh kalau kasus seperti ini, bahkan persoalan lakalantas seperti ini tidak bisa orang mengarang-ngarang karena ada akibatnya, ujar Kanit Laka saat bincang ringan di depan ruangannya baru-baru ini. 

Apalagi anak itu tidak mengalami luka, hanya lecet sesuai hasil Visum dari Puskesmas terdekat bahkan saat ini anak tersebut kabarnya sudah bermain-main. Mengapa tidak saling maaf memaafkan sehingga bisa berdamai apalagi bertetangga.

Kaluarga Alamsyah meminta menghadirkan anak tersebut di Polres Gowa untuk ditanya adakah orang menabraknya ? Siapa orangnya, karena anak itu biasanya tidak tahu berbohong, Olehnya itu tolong dihadirkan anak tersebut.

Demikian juga agar para saksi ketika memberikan kesaksiannya didepan penyidik sebagai saksi agar diangkat sumpahnya dengan Al-Qur'an diatas kepalanya, siapa yang berbohong maka dialah yang akan tanggung akibatnya dihadapan Allah.

Banyak kasus begini perna ditanganinya bahkan patah dan sering juga meninggal dunia akan tetapi kedua belah pihak masih bisa berdamai, ujar penyidiknya Pak Teguh. 


Pada saat kejadian usai Magrib dan jelang Isah, situasi saat itu agak gelap. Namun ada anak-anak bermain-main diteras rumah dan ada lagi berlari-lari dijalan Peving. Satu diantaranya saya lihat Terjatuh ke depan agak samping motor saya. Karena andaikan saya menabrak anak ini pasti keadaannya parah, bisa jadi patah dan saya terjatuh dari motor.  Kalau akal sehat dikasi jalan dengan kejadian ini ujar Alam.

Waktu itu kubelokkan stir sedikit sampai akhirnya terhindar dari anak yang terjatuh. Saya berhasil melewati anak tersebut. Namun saya diteriaki pencuri dan dikatai anak sundala sehingga saya melarikan diri dengan sepeda motor. 

Lebih jauh dikatakan, bahwa andaikan saya menabrak anak itu, pasti saya ikut terjatuh atau motor saya tertinggal. Karena dilokasi itu tidak ada juga yang melihat langsung kecuali ada sisi Tivi. Karena saat melewati jalan Peping Blok itu, memang dari jarak jauh mungkin 10 meter saya melihat ada anak-anak bermain-main, bahkan berlari dan saya lihat anak itu terjatuh sendiri kedepan sehingga ada lecet mukanya.

Makanya saya heran karena saya tidak terjatuh dari motor, waktu itu langsung melarikan diri karena saya di teriaki pencuri dan ada orang yang mengatakan anak sundala matemako anne, jari kupalari motorku, beber Alamsyah lagi.

Bahkan saya siap bersumpah, bahwa sanya tidak menabrak, dan yang menuduhnya termasuk yang katanya melihat kejadian saya menabrak, siap juga bersumpah pocong ujarnya. 

Sementara keluarga pihak yang merasa ditabrak mengatakan bahwa anak kemenakannya memang ditabrak oleh Alamsyah karena katanya dia berjarak dua meter dari kejadian, ujarnya kemarin (Rabu/5/10) di depan penyidik. Namun anehnya Hj Ria sedikitpun TDK terkena sisi tivi yang katanya sedang menelpon. 

Sementara pihak penyidik saat dikonfirmasi, mengatakan bahwa kasus ini sangat ringan, bahkan ketika diajukan ke jaksa pasti sarannya mengapa tidak dikasi damai saja, ujar Teguh. Apalagi keadaanya juga yang katanya ditabrak kan tidak apa-apa, nanti sisi tivinya juga akan dipelajari penyidik. Karena saat pemeriksaan pertama pelapor mengatakan bahwa tidak ada yang melihat langsung kejadiannya, hanya sisi tivi, jelas Tegu.  (REDAKASI/MIH)

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top