Info update
Loading...
Selasa, 04 Oktober 2022

Kasus Lakalantas Disusun Kampongturate Dipertanyakan Kebenarannya.


GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Alamsyah (Alam) yang mengendarai sepeda motornya dari arah Timur ke barat dijalan setapak Peping blok sehabis Magrib dan menjelang Isyah, tiba-tiba dikejutkan dengan adanya teriakan "pencuri-pencuri" dan perkataan kasar "anak sundala" 

Pada hal menurut Nur Alam dia melaju pelan saja motornya, tapi mengapa ada teriakan pencuri dan mengatai dirinya anak sundala oleh orang disekitar lorong. Pada hal dirinya tidak berbuat apa-apa, hanya saja ada anak kecil yang berlari dari arah motornya, bahkan melihat ada anak itu terjatuh terjerambat sendiri karena berlari, ujar Alam.

"Menurutnya, waktu itu dan seingat dia, ada memang anak kecil yang berlari dari arah motornya, dia melihat anak itu terjatuh sendiri kedepan" terjerambat. Kalaupun ada kelihatan tergores pasti karena terjatuh. Jadi tidak benar kalau saya yang dikatakan menabrak. Saya tidak terjatuh dari motor, motor saya dalam keadaan normalnya jalannya, tidak oleng , motor saya jalan terus, saya lari karena diteriaki dan merasa takut 

Kalau saya nabrak, mungkin anak itu patah, atau mungkin bisa mati, anak kecil dengan motor kalau tertabrak pasti parah, ini kan tidak , beber Alam menceritakan kejadian sebenarnya kepada wartawan. 

"Kalau saatnya tiba, dan tidak terbukti saya menabrak anak ini saya akan menuntut balik kepada orang-orang yang melaporkann saya dan meneriaki saya "Pencuri dan mengatai saya secara kasar' dengan perkataan "anak sundala" 

Saya terlanjur dipermalukan dan apalagi ada adek saya dipukuli oleh Syahrir Gassing, saya akan menuntut balik, saya dan keluarga ku tidak menerima perlakuan semena-mena ini, jangan karena dikira banyak uangnya sehingga memperlakukan kami seperti ini, tegas NurAlamsya.

Dikatakan, ini persoalan perdata, masalah tanah yang kebetulan berselisih paham dengan orang yang didepan rumahnya. Diaggapnya saya dan orang tua  membela dan ambil-ambilkan lawannya itu, termasuk yang sempat di pukul oleh Syahrir Gassing, yang nota benenya adalah saudara Hj Ria Efendi ini. Dia sudah lama berkasus perdata dengan orang yang pas berhadapan rumah saya, dan dianggap nya berteman dengan lawan nya, sehingga dia kayak dendam kepada saya dan orag tua saya.

Bahkan dirinya mau bersumpah,  kalau dia menabrak, kecuali anak itu terjatuh sendiri. Bisa dilihat Sisi tivinya. Karena kalau saya menabrak waktu itu, pastilah saya terjatuh, dan motor saya rusak, ini kan tidak, katanya.

Saya ini mau dipolitik, dari kasus tanah , contohnya saya dipaksa mengakui bahwa siapa yang menyuruh ? Bahkan harus saya menyebut seseorang. Tapi saya tidak mau menyebut karena memang tidak ada.

Pada saat bersamaan dirinya lewat naik motor, saat itulah dikira dia nabrak anak tersebut, pada hal terjatuh sendiri, karena melihat motor dari arah depannya dalam keadaan agak gelap, ujar Alam menceritakan sebenarnya.

Lebih jauh dikatakannya, bahwa pada saat itu, dirinya langsung kasi lari motor nya karena dia merasa ketakutan lantaran ada teriakan dari lokasi, sambil mengatai kasar dalam keadaan marah, matemako anak sundala, bahkan meneriaki pencuri-pencuri.

Karena merasa ketakutan melihat orang banyak saat itu, jadi dia melarikan diri. Siapa yang berhenti kalau diteriaki pencuri-pencuri dalam keadaan gelap, ujar Alam lagi.

Waktu itu saya naik motor tidak terjatuh ataupun motor saya terjatuh, kalau saya menabrak anak tersebut mungkin saya atau atau motor saya rusak, kan tidak.

Lagian pula kalau dilihat sisi tivinya, saya dalam keadaan terus melaju dn tidak dalam keadaan  berhenti karena terjatuh. Sementara kalau orang naik motor dalam keadaan nabrak pasti kita terjatuh, kalau ini saya tetap mengendari motor sampai saya jauh karena diteriaki pencuri dan mengatai anak sundala.

Kejadian ini sudah ditangani lakalantas Polres Gowa, melalui Kanit Laka IPDA Ahmarullah Sahran, diejalskan bahwa dirinya sangat berharap bahwa persolan ini segera selesai. Dijelaskannya bahwa banyak kasus lakalantas yang parah, patah bahkan mati tetapi bisa selesai dengan baik, apalagi kasus ini, hanya ringan bahkan boleh dikata tidak ada korban, beber Inspektur Dua Pol Ahmarullah. Dirinya berharap kedua belah pihak berdamai dan tidak ada masalah yang timbul, ungkapnya (Red/MIH)


0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top