April 2021 Perluasan Bandara Diharap Sudah Rampung
PERLUASAN BANDARA HASANUDDIN MAKASSAR SISAHKAN KESEDIHAN PEMILIK LAHAN YANG SAMPAI SAAT INI BELUM DAPAT GANTI RUGI"Pemilik lahan yang belum tersentuh pembayaran ganti rugi, foto bersama diatas lahannya yang sudah dalam pagar Bandara, Rabu, 4/3/20 "
Puluhan pemilik lahan yang diwakili ahli waris adalah korban ketidak berdayaan mantan Kadus, Kades, Camat dan Kepala Pertanahan Maros (BPN) yang semua nya sudah mendapatkan hukuman penjara.
Kelompok inilah yang diduga kuat memainkan perannya masing-masing, sehingga banyak diantara pemilik lahan hanya gigit jari, sampai hari ini, beber sumber.
JAKARTA (KARYA INDONESIA) PT Angkasapura I (Persero) menunjuk PT Wijaya Karya tbk (Persero) sebagai mitra kontraktor untuk mengerjakan proyek pengembangan Bandara Sultan Hasanuddin Makassar- Maros.
Pelaksanaan proyek berlangsung mulai Februari hingga target rampung pada April 2021 mendatang.
Direktur Utama AP I Faik Fahmi mengatakan dalam proyek pengembangan ini, terminal yang sudah ada akan diperluas menjadi 144.480 meter persegi dari luas saat ini yang hanya 51.815 meter persegi.
Dengan demikian, kapasitas penumpang juga akan meningkat menjadi 15,5 juta penumpang per tahun, dari kapasitas saat ini yang hanya 7 juta penumpang per tahun.
Menurut dia, minimnya kapasitas merupakan masalah utama yang terjadi di hampir seluruh bandara Angkasa Pura I, termasuk di Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
"Kapasitas ideal terminal Bandara Sultan Hasanuddin hanya dapat menampung 7 juta penumpang per tahun, sementara pada 2018, trafik penumpang sudah mencapai 13,5 juta. Maka itu, pengembangan bandara jadi solusi mutlak yang harus dilakukan," ujar Faik seperti dikutip media
Pengembangan dilakukan berupa perluasan terminal penumpang domestik yang sudah ada (existing) ke sisi selatan, gedung parkir, dan akses jalan utama terminal. Beberapa pekerjaan ini masuk ke dalam pengembangan Tahap I Paket I, sesuai rencana induk pengembangan bandara.
Proyek pengembangan tahap I Bandara Sultan Hasanuddin Makassar terdiri dari 2 paket pekerjaan. Paket pertama, revitalisasi terminal existing, perluasan terminal existing sisi selatan, gedung parkir, dan akses jalan utama terminal. Paket kedua, pembangunan apron selatan dan apron timur beserta infrastruktur penunjang.
Nilai investasi proyek pengembangan paket pertama bernilai Rp 2,6 triliun, sementara paket kedua bernilai Rp 464,2 miliar. Sehingga ke depan, Bandara Sultan Hasanuddin Makassar akan dikembangkan hingga tahap ultimate. Pengembangan dibagi ke dalam empat tahap.
Setelah pembangunan tahap I rampung, pengembangan tahap II akan dimulai pada 2024 dengan kapasitas penumpang sebesar 21 juta penumpang per tahun dan kapasitas parkir menjadi 47 tempat parkir yang luas.
Selanjutnya, pengembangan tahap III akan dimulai pada 2034 dengan penambahan kapasitas terminal menjadi 30,8 juta penumpang per tahun dan 64 tempat parkir. Tahap terakhir akan dimulai pada 2044 dengan kapasitas ultimate terminal mencapai 40 juta penumpang per tahun dan 78 tempat parkir yang luas (Dir/KIN)


0 komentar :
Posting Komentar