Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sapi. Tampilkan semua postingan
Jumat, 30 Maret 2018
Nurlinda Taco Harus Bertanggung-Jawab, Harga Sapi Perlu Diaudit

Nurlinda Taco Harus Bertanggung-Jawab, Harga Sapi Perlu Diaudit

Takalar, Karya Indonesia News.com-Pembelian Sapi sebanyak 40 ekor oleh salah satu tim sukses bupati dalam P22 nya harus di audit.

Menyusul Sapi tersebut dianggap tidak layak untuk dipelihara sebagai hewan ternak, Sapi tersebut kecil dan kurus. Sangatlah tidak seimbang dengan uang yang mereka terima yakni Rp 340 juta untuk peruntukan pembelian Sapi sebanyak 40 ekor.



Program 22 Samsari Kitta, rupanya tidak bisa berjalan mulus. Banyaknya kepentingan yang menganggap merasa berjasa, sehingga banyak kegiatan tidak berjalan sebagai mana harapan warga.


Seperti yang terjadi baru-baru ini, salah satunya dari Bank swasta untuk mendukung program pemkab Takalar, dengan mengucurkan anggaran pembelian sapi. Namun ditengarai salah sasaran dan dimanfaatkan pihak tertentu. 
Bantuan uang tunai dari Bank Sulselbar Cabang Takalar yang menyerahkan ke pihak Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan sapi sejumlah 40 ekor. 
Bantuan senilai Rp 340 juta diserahkan ketika puncak perayaan Hari Jadi Takalar bulan Pebruari lalu.

“Dana CSR Bank Sulselbar sudah dicairkan dan telah ditransfer ke rekening yang telah ditunjuk oleh pemerintah Kabupaten sebesar Rp 340 Juta belum lama ini,” kata Kepala Seksi Operasional Bank Sulselbar, Nur Larigau, kepada media, Kamis/29/3/2018.
Sejumlah Informasi yang beredar selama ini dikatakan bahwa, pengelolaan dana CSR Bank Sulselbar tersebut dikelola oleh Forum Informasi dan Komunikasi Kelompok Swadaya Masyarakat (FIK KSM) atas petunjuk pemkab Takalar.
Sementara FIK KSM dipimpin oleh Nurlinda Taco, warga Kecamatan Galesong Utara yang tak lain adalah salah satu tim perumus 22 program prioritas Syamsari Kitta – H Achmad Daeng Se’ re. di Pilkada Takalar lalu. Dana CSR Bank Sulselbar digunakan untuk membeli sapi sebanyak 40 ekor.
Namun setelah dilakukan pembelian Sapi , ternyata sangat jauh dari harapan warga. Karena Sapi yang telah di beli pihak yang ditunjuk bupati belum di bagikan ke warga penerima karena kondisi Sapi tersebut tidak layak di ternak, selain kurus kecil pula, ujar masyarakat yang melihat langsung Sapi tersebut.(Dessi /KIN,com)
Selasa, 13 Maret 2018
Realisasi Program Sapi Sudah Mulai Dilaksanakan

Realisasi Program Sapi Sudah Mulai Dilaksanakan

TAKALAR, KaryaindonesiaNews.com, Mantap- P22 yang masuk dalam zona utama Program Bupati Takalar, H.Syamsari Kitta- H. SE'RE, kini satu persatu dinikmati rakyat Takalar. 
Khusus untuk pembagian sapi, setiap Kepala Keluarga (KK), dapat satu ekor sudah mulai berjalan. Semoga dalam satu periode ini semuanya terealisasi. 

Untuk masyarakat Takalar diharapkan bersabar menunggu giliran. Karena yang pasti program ini akan berjalan sebagai mana yang diharapkan Bupati dan masyarakat.

 diakumulasi dalam P22 ini sangat realistis. Takalar akan jadi sentral produksi ternak sapi yang ada di Sulsel dan ini sangat sinergitas  dengan program pemerintah pusat, dan Pemprov Sulsel dan Pemda Takalar.
Berdasarkan data dari Dinas Peternakan Sulsel, dari 24 kabupaten kota di Sulsel Inseminasi Buatan (IB) realisasi Januari Hingga maret 2018 Takalar peringkar pertama.
Tentunya prestasi ini  atas kerja keras Pejuang UPSUS SIWAB yang terdiri dari  16 orang petugas IB (Inseminasi Buatan) untuk  triwulan I Takalar yg terbaik di sulsel. 
Bupati bersama wabup tentu akan melihat dan mendengarkan apa yang menjadi keluhan rakyat selama ini. Dengan masing-masing target capaian IB setiap kab/kota yang dapat jatah, maka tidak ada jalan lain kecuali harus mensukseskannya.
Selain itu kita berdasarkan luas wilayah populasi ternaknya”jelas Mantan Lurah Pappa  Dody Riyansaputra, S.IP. Alhamdulillah semoga Takalar bisa menjadi contoh dalam keberhasilan ini.
PETERMANOW terjaga untuk jadi yang terbaik untuk seluruh kab/kota terima kasih buat kerjasama,  bahu membahu kepada para Pejuang Upsus Siwab dan Petermanow di kabupaten Takalar,” katanya. Selasa, (13/3/18).
Lanjut Dody, target selama 1 tahun Takalar diberi jatah 3.100 akseptor (sapi) untuk di IB (Inseminasi Buatan).
“Tentunya kami berharap dari  3.100 akseptor IB bisa bunting di atas 40% saja atau kurang lebih 1.240 ekor kebuntingan. Dari 1.240 ekor bunting ini bisa memproduksi 1.000-an ekor kelahiran sapi,” harap Dody.
Ini merupakan suatu kesyukuran buat kami terutama para peternak, secara ekonomi kesejahteran masyarakat bisa lebih baik lagi.
Karena sapi pasangan IB yang kami lakukan terdiri dari  bibit-bibit unggul BBIB (Balai Besar Inseminasi Buatan) dari Singosari dan Lembang dengan jenis limosin, simental, angus, dan brahman.
“Sehingga  nilai jualnya mencapai puluhan juta per ekor di usia 1 tahun, ditaksir harga minimal. 10 jt/ekor dikali 1000 ekor hasilnya tentu mendapat Rp 10 millayar,” urainya. Dikatakannya bukan uang sedikit kalau kalau dikelola secara profesional.

Lebih jauh dikatakan bahwa, P22 Bupati akan segera terlaksana sesuai harapan, hanya saja kita butuh waktu dan bersabar, jelasnya.(Kadir Sijaya/KaryaindonesiaNews.com)

Random Post

Back To Top