Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label RSUD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label RSUD. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 13 Oktober 2018
RSUD Syekh Yusuf Telan Anggaran 39 M , Adnan : Target Tahun Depan Lantai 6 Dan 7

RSUD Syekh Yusuf Telan Anggaran 39 M , Adnan : Target Tahun Depan Lantai 6 Dan 7


Gowa (Karya Indonesia) Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan melakukan peninjauan secara lansung lokasi pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, yang berlokasi di Jalan Wahidin Sudiro Husodo, Jum'at  (12/10).
Bupati Gowa, Adnan  yang didampingi Direktur RSUD Syekh Yusuf, Dr. Salahuddin berkeliling melihat bangunan RS yang sedang dikerjakan maupun yang telah jadi pengerjaannya.

Dikesempatan ini, dia mengatakan bahwa pembangunan gedung ini baru kita maksimalkan sampai lima lantai. Tahun depan kita targetkan dua lantai yang tersisa juga akan rampung, beber Adnan.

"Total dana yang sudah digunakan Rp 39 miliar yang semuanya berasal dari APBN. Untuk tahun depan kita masih membutuhkan anggaran sebesar Rp 50 Miliar, Rp 20 miliar digunakan untuk  penyelesaian lantai 6 dan lantai 7, sedangkan Rp30 miliar lainnya untuk melengkapi sarana dan prasarana lainnya," jelasnya.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Gowa mengatakan, saat ini pembangunan memasuki tahun kedua. RSUD yang dibangun hingga lantai 7, masing-masing Lantai 1 akan diperuntukkan untuk UGD dan IGD, laboratorium, dan apotik. Lantai  2 untuk seluruh poli yang ada, sedangkan lantai 3 dan 4 untuk pasien rawat inap kelas 3 dengan kapasitas 200 tempat tidur.

Lantai 5, lanjutnya, akan digunakan untuk pasien  kelas 1 dan kelas 2 serta VIP, Lantai 6 khusus untuk perawatan anak, dan lantai 7 untuk perkantoran. Bangunan yang ada di bagian depanpun nantinya akan dihancurkan, untuk dijadikan area parkiran.

"Jadi dengan selesainya RSUD ini, maka akan ada penambahan 200 tempat tidur, sehingga total tempat tidur yang tersedia mencapai 400 tempat tidur. kita berharap tidak ada alasan pasien dirujuk karena kurangnya tempat tidur," kata bupati termuda di KTI ini.

Sementara, Humas RSUD Syekh Yusuf, Taslim, mengungkapkan, saat ini RSUD Syekh Yusuf diperkuat 398 tenaga perawat dan bidan. Selain itu 30 dokter spesialis, dokter umum 11 orang dan dokter gigi 5 orang.

"Dengan selesainya RSUD Syekh Yusuf yang mengalami penambahan ruang inap ini, maka pasti kita akan membutuhkan tambahan tenaga medis. Karena kapasitas tempat tidur juga bertambah. Ini yang masih kita bicarakan berapa kebutuhan pasti penambahan tenaga medisnya,"ujarnya.(Kadir Sijaya)
Jumat, 24 Agustus 2018
 Pelayanan RSUD Syech Yusuf Mendapatkan penilaian Oleh Kemenpan RB

Pelayanan RSUD Syech Yusuf Mendapatkan penilaian Oleh Kemenpan RB


Sungguminasa (Karya Indonesia) Setelah mendapatkan kepercayaan sebagai RS Rujukan, kini pemerintah Gowa terus memberikan Apresiasi terhadap RS Syekh Yusuf Kallongtala dalam segala dimensi pelayanan terhadap masyarakat luas.
"Kemenpan RB , saat berkunjung di RSUD Syehk Yusuf KALLONGTALA didampingi Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr H. Salahuddin, M.kes"

RSUD Kab Gowa ini,  merupakan kebanggaan masyarakat Gowa, dan Sulsel pada umumnya. Wajarlah kalau terus berbenah, baik dari segi pasilitas gedung, ruangan, tenaga dokter maupun lain-lainnya. Sehingga diharapkan semuanya bisa berjalan sesuai harapan.

Kedepan diharapkan semua pasien bisa terakomodir sehingga tidak ada lagi keluhan dari pasien maupun keluarganya. Apalagi dengan alasan tidak ada ruangan.

Pemkab Gowa terus menyediakan layanan dengan sumber daya manusia yang memadai, seperti tenaga dokter, tenaga ahli dan profesional. Termasuk bidan maupun lainnya bisa mendukung kelancaran tugas di RS tersebut.

Menyediakan sarana dan layanan untuk pasien di Rumah Sakit Syekh Yusuf. Untuk itu, pemerintah daerah Gowa telah bersungguh-sungguh dan terus-menerus meningkatkan kualitas pelayanan yang baik yang bersifat promotif, preventif, dan rehabilitasi sarana Rumah Sakit.

Baru-baru ini,  tim Kemenpan RB melakukan peninjauan proyek di RSUD Syekh Yusuf yang sedang dikerjakan. Tim ini tentu mendapatkan kesan yang baik dirumah sakit yang kunjunginya.

Direktur RSUD Syekh Yusuf, dr. H Salahuddin M.Kes mengapresiasi positif, atas kerja manajemen rumah sakit yang profesional sehingga mendapatkan hasil yang maksimal sebagai mana yang diharapkan bersama, bebernya.

Sebelumnya, manajemen rumah sakit juga kedatangan tim dari KARS (Komisi Akreditas Rumah Sakit) dari Kementrian Kesehatan RI dari Jakarta.

Sememtara itu Kepala Bagian Program dan Informasi RSUD Syekh Yusuf, DR H Muh Taslim SKM, M
Kes, menyampaikan kepada Media bahwa pelayanan kesehatan masyarakat harus berstandar pelayanan di seluruh pelayanan yang ada.

Tujuannya, kata Doktor lulusan Fakultas Unhas ini, agar masyarakat mengetahui dan memahami tentang layanan yang merupakan pihak-pihak yang terkait dengan standar pelayanan.

Apakah sudah mendapatkan layanan standar atau tidak sesuai dengan yang ada. Sehubungan hal tersebut, pihaknya mengaku sedang melakukan sosialisasi ke masyarakat termasuk di masing-masing ruangan di rumah sakit.

Pada intinya, sosialisasi standar penyanan akan menjadi dua pihak, baik pihak manajemen maupun pihak-pihak yang sesuai dengan yang ada.

Demikian juga untuk hak dan kewajiban masing-masing akan sama-sama sesuai dengan bentuk-bentuk standar yang ada di rumah sakit.

“Alhamdulillah RSUD Syekh Yusuf mendapat nilai paripurna akreditasi standar mutu pelayanan yang dikeluarkan KARS. Nah, karena itu status rumah sakit sebagai salah satu OPD maka Kemenpan RB melakukan seperti layanan yang diberikan, sesuai dengan standar kerja unit masyarakat,” ucapnya.

Lebih lanjut dikatakan, untuk Melihat RSUD Syekh Yusuf yang memilik 34 pelayanan yaitu Pelayanan Poliklinik jiwa, Kebidanan dan Kandungan, Poliklinik Gigi dan Mulut, Poliklinik Gizi, Poliklinik Kulit dan Kelamin, Poliklinik Mata.

Poliklinik Penyakit Dalam, Poliklinik Saraf, Poliklinik VCT, Poliklinik Anak, Poliklinik Ortopedi, Poliklinik THT, Ambulans, Instalasi Bedah Sentral, Instalasi Pusat Sterilisasi Suplay Departemen (CSSD), Instalasi Farmasi

Instalasi Fisioterapi, IGD Maternal, Instalasi Gawat Darurat, Instalasi Gizi, Instalasi Intenzive Care Unit (ICU), Instalasi Laboratorium, Pengaduan, Pendaftaran Pasien Rawat Jalan, Peserta JKN / KIS, Pendaftaran Rawat Inap, Pendaftaran Rawat Jalan Pasien Umum, Penerimaan Tamu, Rawat Inap, Perinatologi dan SPO Kebersihan Tangan.

Sehubungan dengan ke-34 pelayanan tersebut kemudian dibuatlah standar layanan sebagai awal pelayanan di rumah sakit milik pemerintah Gowa ini

Sebagai salah satu bentuk keseriusan manajemen Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kab Gowa dalam memberikan layanan yang optimal kepada masyarakat. Pemkab Gowa tentu berusaha semaksimal mungkin dalam mengatasi apa yang menjadi kebutuhan di RS tersebut, termasuk tenaga dokter dan fasilitasnya. (Kadir Sijaya/KIN)

Kamis, 29 Maret 2018
Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, Rajin Kontrol Setiap Ruang Kerja Stafnya

Direktur RSUD Syekh Yusuf Gowa, Rajin Kontrol Setiap Ruang Kerja Stafnya

Sungguminasa, Karya Indonesia News.com - Rutinitas Direktur RSUD Syekh Yusuf, setiap jam kerja pagi selalu keliling kontrol ruang kerja dokter maupun staf yang ada di rumah sakit yang dipimpin nya. Pak Direktur itu selalu ingin yang terbaik. 
Mantap, Direktur RSUD Syekh Yusuf dr.Salahuddin aktif Kontrolnya ruang kerja dokter dan stafnya"

Karena dengan stailnya yang begitu maka semua bisa terpantau aktifitas dokter maupun staf lainnya rumah sakit, ujar sejumlah staf ketika disambangi wartawan .
Dalam rangka memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat, Kepala Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Syekh Yusuf, dr. Salahuddin tiap hari melakukan pengecekan langsung terhadap petugas dan tempat pelayanan yang ada di RSUD tersebut.
Direktur yang doyan senyum dan ramah ini, setiap hari jam kerja pantau sejumlah ruangan pelayanan. dr Salahuddin didampingi beberapa pejabat rumah sakit lainnya, termasuk beberapa dokter melakukan sidak dibeberapa tempat pelayanan yang ada di rumah sakit yang dipimpinnya.
Kegiatan ini dilakukan agar masyarakat betul- betul mendapatkan pelayanan yang terbaik dari para pegawai dan dokter saat masyarakat datang berobat, serta saat melakukan pemeriksaan kesehatan.
Bukan cuma bentuk pelayanan yang dicek, namun peralatan dan kehadiran tenaga dokter pun rutin dicek, khususnya sebelum melayani masyarakat.
Dalam pengecekan kali ini, Kepala RSUD Syekh Yusuf Kab. Gowa, dr. Salahuddin, menekankan kepada seluruh dokter dan staf agar tak henti- hentinya memberikan pelayanan yang prima. 
Kepada pasien dan masyarakat, serta mengutamakan senyum dan ramah , sehingga menurutnya pasien dan masyarakat merasa nyaman saat berobat di rumah sakit pemerintah 
“Saya setiap hari menekankan kepada seluruh dokter dan staf yang ada di bagian pelayanan agar selalu memberikan pelayanan yang prima dan terbaik kepada seluruh masyarakat yang datang berobat, “ bebernya.
Dikatakan bahwa kegiatan pengecekan rutin setiap hari dilakukan, satu jam sebelum memulai aktifitas pelayanan. 
Hal ini sangat penting agar bisa dipastikan semuanya bisa berjalan sebagai mana mestinya. Artinya berjalan pelayanan tanpa ada kelurahan dari masyarakat tentu saja bagi staf baik dokter maupun yang lainnya merasa diperhatikan pimpinan . (Kadir Sijaya/KIN.com.)
Sabtu, 05 Agustus 2017
MASYARAKAT GOWA, BAKAL MEMILIKI RSUD TERBAIK

MASYARAKAT GOWA, BAKAL MEMILIKI RSUD TERBAIK


Gowa-Media Indoesia Hebat, Pemkab Gowa segera  merealisasikan target pelayanan kesehatannya yang baik dan parifurna. Kesehatan gratis di Gowa harus terdepan dalam memaknai akan pentingnya program andalan pemerintah daerah.
     "Bupati Gowa, Adnan Purictha Ichsan bersama wakil bupati H.Abd Rauf Malaganni "

Pemkab Gowa segera merenovasi total RSUD Syehk Yusuf Kallong Tala dengan perincian 6 lantai. Ini berarti masyarakat Gowa bakal memiliki RSUD yang berskala Nasional bahkan akan mengarah yang lebih baik dari sebelumnya.

Bisa dibayangkan kalau pemerintah daerah akan menjadikannya 6 lantai. Tentu lebih banyak lagi daya tampungnya sehingga tidak ada lagi keluhan warga yang datang untuk berobat inap, pemkab Gowa ingin masyarakatnya dapat terlayani dengan baik dibidang kesehatan.

Renovasi Rumah sakit tersebut semata-mata menjawab tantangan yang selama ini sering dialamtkan kepada pemerintah khususnya pelayanan rumah sakit. Keluhan masyarakat sering berimbas juga kepada pemerintah daerah dengan maca-macam argumen, khususnya pasien dan keluarganya yang selalu ingin kepuasan pelayanan.

Untuk itu pihaknya berharap, agar masyarakat turut mendoakannya agar apa yang menjadi target pemkab Gowa secepatnya terwujud dan Insyaallah tahun ini 2017 segera dikerjakannya, pungkas Bupati Gowa, Adnan Purithca Ichsan yang didampingi wakil Bupati H.Abd Rauf Malaganni.

Kita tak ingin ada lagi keluhan karena tidak adanya ruang perawaan terhadap pasien dengan alasan penuh. Kita tak ingin ada banyak rujukan ke Makassar dengan alasan tak ada ruangan. Pemkab Gowa akan memberikan yang terbaik kepada warganya.

Demikian halnya, sejumlah Puskesmas yang ada di Gowa akan di renovasi menjadi lantai 2. Sehingga nantinya semua Puskesmas yang ada bisa melakukan pasien rawap Inap.

Pelayanan kesehatan harus menjadi milik masyatakat, untuk itu Puskesmas akan kita berikan kewenangan yang besar agar warga bisa terlayani dengan baik, termasuk rawap inap dipuskesmas. Pemerintah akan menyiapkan juga tenaga mediknya termasuk sejumlah Dokter harus siap di Puskesmas.(Media Indonesia Hebat.com/Kadir Sijaya).
Rabu, 12 Juli 2017
Pelayanan RS Syekh Yusuf Kallong Tala Mengececawakan, Pasien  dan Keluarganya di Bebani Biaya, Lalu Mana KESEHATAN GRATISNYA ?

Pelayanan RS Syekh Yusuf Kallong Tala Mengececawakan, Pasien dan Keluarganya di Bebani Biaya, Lalu Mana KESEHATAN GRATISNYA ?


Media Indonesia Hebat- Pelayanan Dokter dan perawat Rumah Sakit Umum Daerah Syekh Yusuf Kallong Tala Sungguminasa Gowa dipertanyakan sejumlah keluarga pasien. Hamdiana (20) warga Kaddaro Bo'bo Desa Tamannyeleng Kec Barombong Kab Gowa masuk dirumah sakit Kallong Tala akibat penyakit kepala yang dideritanya tak mau berhenti.
      "Keluarga Pasien yang berang terhadap pelayanan RSUD. Syekh Yusuf Kallong Tala Sungguminasa Gowa"

Hamdiana masuk dirawat hari Senin 26/6 sampai tanggal 1 bulan 7-2017. Di rawat inap di rumah sakit tersebut selama 5 hari dan berada di salah satu kamar lantai 3. Pihak keluarga sangat berang karena dibebankan pembayaran uang perawatan sebesar Rp 1.547.500.

Pada hal pasien tersebut dari awal masuk hanya menggunakan KK /KTP. Orang tua Handiana yang hanya penjual ikan keliling tentu merasa sangat berat dengan biaya rumah sakit itu sebesar itu, lalu dimana letak kesehatan gratis kalau seperti ini jadinya, mencekik leher orang kecil, orang miskin, beber kelaurga Hamdiana.

Kecuali kalau pihak keluarga mau mendaftarkan sebagai pasien umum, maka ada ruangan kamar yang tersedia kata dokter ataupun perawat waktu itu.

Karena pasien yang sudah tidak tahan dengan rasa sakit di bagian kepalanya, dengan sangat terpaksa, pihak keluarga yang sudah bingung tentu menyetujui masuk pasien umum agar tidak dirujuk ke Makassar. Walau merasa sangat berat dengan beban biaya rawat Inap. Karena secara otomatis harus membayar biaya rumah sakit selama dirawap.

Sementara obat di apotik rumah sakit tidak tersedia, karena setiap dikasi resef dokter selalu dikatakan tidak ada. Sehingga sangat terpaksa beli langsung di luar Apotik. Selama 5 hari di rawap inap pembelian obat  hampir mencapai Rp 2 juta.
Maka semakin lengkaplah penderitaan orang tua Hamdiana mengingat orang tuanya hanya penjual ikan keliling kampung, ujar keluarga Hardiana yang sempat bersitegang di rumah sakit.

Namun yang paling disayangkan pihak keluarga Hamdiana karena ketika masuk diruang UGD, pihak rumah sakit mau merujuk ke Makassar kalau hanya menggunakan KK atau KTP.

Tapi kalau didaftar sebagai pasien Umum disediakan tempat perawatan berupa kamar, sungguh aturan yang mengada-ngada dengan program kesehatan gratisnya Pemkab Gowa tentu saja Bupati Adnan Purictha Ichsan. Keluhan ini melengkapi dari sekian banyak permasalahan layanan kesehatan di Rumah Sakit Syehk Yusuf Kallong Tala Gowa, bebernya.

Pihak keluarga sangat menyayangkan perlakuan yang sepertinya sudah terstruktur karena dilakukan secara bersama-sama antara pihak dokter dan perawat. Sekalipun pada akhirnya pasien dalam usia belia (20) menghembuskan napas terakhirnya setelah menjalani perawatan selama 5 hari dan meninggal setelah keluar dari rumah sakit.

Hamdiana keluar dari rumah sakit karena tidak mendapatkan layanan kesehatan yang tepat, khususnya persoalan obat yang tidak tersedia di Apotik Rumah Sakit tersebut. Diperparah lagi pelayanan perawat dan dokter yang mau merujuk kalau hanya menggunakan KK atau KTP sehingga berlarut-larut pelayanannya.

Karena mendahulukan sistim administrasinya ketimbang layanan kemanusiaannya, ungkap sejumlah keluarga pasien yang perna merasakan bagaimana susahnya mendapatkan pelayanan kesehatan jika hanya orang miskin alias pengguna Kartu Keluarga atau KTP. Gratis dimulut tapi mencekik dalam prakteknya, ujar sumber sangat kesal.

Pihak keluarga meminta keluar karena merasa tidak mampu membayar biaya rumah sakit. Hamdiana dirawat inap selama 5 hari dengan beban biaya Rp 1.547.500, belum lagi pembelian obat yang hampir mencapai Rp 2 juta dengan membeli langsung di Apotik luar Rumah Sakit Syekh Yusuf Kallong Tala Sungguminasa Gowa.

Lebih mengherankan lagi karena saat masuk dikamar lantai 3 pihak perawat memberikan rinciannya bahwa biaya kamar per malam sebesar Rp 350.000. Namun setelah keluar dirincikan lagi dan berobah harga kamarnya menjadi Rp 437.500 dalam perharinya. Pihak keluarga kebingungan karena pihak rumah sakit yang kebetulan waktu itu ada dokter yang menanganinya bersih kuku harus dibayar oleh keluarga pasien sebesar Rp 1.547.500 selama 5 hari.

Pihak rumah sakit harus bertanggung jawab atas perlakuan yang dialami pasien dan keluarganya. Mana tanggung jawab Kesehatan gratis yang didengun-dengunkan pihak pemerintah Gowa saat ini kalau cara kerja bawahannya membodohi masyarakat, katanya gratis dan membantu masyarakat lemah namun nyatanya mencekik leher keluarga miskin.

Mengapa pihak Rumah Sakit sewenang-wenang terhadap orang sakit apa lagi keluarga yang hanya orang tuanya penjual ikan keliling ? Ujar salah seorang keluarga Hamdiana, Daeng Sijaya kepada media Indonesia Hebat. Com. Lebih jauh dikatakan bahwa kalau begini cara kerja pihak rumah sakit, apa artinya kesehatan gratis yang di dengun-dengunkan pihak Pemda Gowa melalui Bupati lama sampai ke bupati baru, ujarnya dengan rasa kecewa.

Sementara pihak RSUD Syehk Yusuf melalui KTU, Zainuddin Jufri diruang kerjanya menjelaskan bahwa terkadang pasien tidak memahami aturan RS padahal kita sudah bekerja sesuai aturan yang berlaku. Untuk ruang kelas 1 dan 2 memang diperuntukkan untuk peserta Askes kelas 1 dan 2, karena untuk pasien yang menggunakan KK atau KTP disediakan kelas 3. Waktu itu kelas 3 kebetulan pool, dan yang ada cuma ruang kelas 1 dan 2.

Sehingga waktu itu disarankan untuk dirujuk ke Makassar, ujar KTU Zainuddin Jufri. Karena pasien ngotot mau di sini terpaksa perawat sampaikan yang ada hanya kelas, 1 dan 2, kalau keluarga pasien mau, maka harga perkamarnya seperti ini, sambil memperlihatkan daftar harga inap RSUD Syehk Yusuf oleh perawat dan dokter waktu itu. (KS/Media Indonesia Hebat.com).

Random Post

Back To Top