Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label KUR. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KUR. Tampilkan semua postingan
Rabu, 02 September 2020
Keberadaan KUR, Ringankan Petani Kunjungan Tim Kementan RI Disambut Hangat.

Keberadaan KUR, Ringankan Petani Kunjungan Tim Kementan RI Disambut Hangat.

Semoga Perbankan secepatnya merealisasikan pencairan KUR kepada perani.

GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Wakil Bupati Gowa,H Abd Rauf Malaganni menerima kunjungan Tim Percepatan Penyerapan Kelompok Usaha Rakyat (KUR) Pertanian Kementrian Pertanian (Kementan) RI di Baruga Karaeng Galesong, Kantor Bupati Gowa, Selasa (1/9).

Direktur Pembiayaan Kementan RI, Waldeni Virgo Marpaung mengatakan, kedatangan tim ini dalam rangka Sosialisasi Penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk bidang pertanian. Program KUR Pertanian ini untuk membantu para petani dalam mengembangkan usaha pertanian khususnya di masa pandemi Covid-19.

Menurut Waldeni saat ini hanya sektor pertanian  yang tidak terlalu mangalami dampak di masa pandemi Covid-19 karena saat ini masyarakat masih butuh makan. Olehnya KUR Pertanian sebagai upaya untuk terus meningkatkan produksi pangan di Indonesia khususnya di Kabupaten Gowa.

"Jangan sampai nanti ada bencana kelaparan. Lebih bagus sekarang kita terus mulai menanam. Dan selama uang di perbankan itu masih ada, baik uang dari tabungan masyarakat, baik dari  bantuan pemerintah untuk program Covid, itu harus digunakan kembali ke masyarakat untuk disalurkan" ujarnya.

KUR Pertanian ini kata Waldeni akan sangat memudahkan dan meringankan masyarakat mengingat bunga yang diberikan tidak terlalu tinggi karena ada subsidi dari pemerintah. Bunga hanya 6 persen pertahun atau 0,5 persen perbulan dan pembayaran bisa dilakukan pada saat panen.

"Kalau perbulan bunganya 0,5 persen. Jadi misalnya jagung atau padi 4 bulan baru panen, berarti bunganya hanya 2% saja," jelasnya.

Program KUR ini melibatkan sejumlah pihak seperti perbankan, pihak asuransi, akademisi, pemerintah dan petani itu sendiri sebagai pembudidaya hasil pertanian kemudian pengusaha atau pembeli hasil pertanian dari petani.

"Di sini juga semua yang diKURkan ini itu diasuransikan seperti jagung, padi dan sapi. Sehingga kalau budidaya gagal panen itu akan diganti oleh asuransi Jasindo. Harapannya itu ada keamanan bagi petani, bagi perbankan dan keamanan bagi pengusaha juga sebagai pembeli akhirnya," ujarnya.

Sementara, untuk persyaratan Waldeni menyebutkan cukup mudah yaitu petani harus memiliki Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), surat keterangan luas lahan dan sejumlah syarat lainnya untuk kepentingan BI Checking yang akan diverifikasi sebagai dasar perbankan untuk penyaluran kredit ke masing-masing petani.

Sekedar diketahui Program KUR untuk sektor pertanian yang dialokasikan oleh Kementan RI mencapai Rp 50 triliun. Dana ini bisa dimanfaatkan para petani di seluruh Indonesia yang diharapkan dapat menangkal dampak pandemi Covid-19.

Sementara itu, Wakil Bupati Gowa, H Abd Rauf Malaganni menyambut baik program ini yang dianggap akan sangat membantu masyarakat Kabupaten Gowa yang sebagian besar adalah petani. Dirinya menyebutkan Kabupaten Gowa yang terdiri dari 18 kecamatan ini sebagian besar adalah area pertanian.

"Dengan adanya KUR Pertanian tentu sangat membantu Masyarakat. Mudahan-mudahan ini bisa bejalan dengan baik," harapnya.

Turut hadir dalam pertemuan ini, jajaran Bank Sulselbar Cabang Gowa, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura Kabupaten Gowa, Sugeng Priyanto, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Kabupaten Gowa, Muh Asrul, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kabupaten Gowa, Andy Azis Peter dan Branch Manager Asuransi Jasindo yang diwakili oleh Staf Marketing Asuransi Jasindo, Ahmad Yunus.(Tri/MIH)
Senin, 10 Agustus 2020
BRI Unit Bontonompo Diduga  Kecewakan Kelompok Tani Program KUR Kementrian Pertanian

BRI Unit Bontonompo Diduga Kecewakan Kelompok Tani Program KUR Kementrian Pertanian


GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Ratusan Kepala Keluarga khususnya anggota  Kelompok  tani yang ada di sejumlah Desa Kec Bontonompo kecewa dan marah kepada pelayanan Unit  BRI Bontonompo perihal  KUR yang diprogramkan Dirjen Kementerian  Pertanian  RI tak kunjung direalisasikan, berkas bolak-balik dari kordinator Kelompok Tani dengan BRI Unit Bontonompo .
"Surat tugas Syawaluddin Rala yang mendapat mandat dari Dirjen Kementrian sepertinya tak bermakna Dimata BRI Unit Bontonompo"

Hal ini lantaran proposal pengajuan KUR petani yang masuk di BRI unit Bontonompo terkesan dimain-mainkan pihak  pegawai nya khususnya yang menangani KUR. Banyak  alasan dan pertanyaan  ketika berkas kelompok tani diajukan bahkan kami sudah dua kali mengambilnya disuruh  perbaiki hanya karena tertulis  Bank syariah. Setelah diperbaiki ada lagi alasan  sehingga kami terpaksa mengambil kembali.

Program ini sangat tidak semuda  apa  yang dipaparkan sebelumnya karena betul-betul ingin membantu petani. Kementerian pertanian  digambarkan saat pertemuan antara perwakilan  petani dengan pihak Bank sebagai  instansi yang dititipi  anggaran dari dirjen pertanian untuk disalurkan kepada  Kelompok  tani yang anggarannya sebesar Rp 50 juta per petani tanpa embel-embel.

Para petani  sangat  berharap  karena dengan mendapatkan KUR melalui kelompok  tani, tentu lebih muda dan terarah. Apalagi kelompok tani ini dibentuk  dan diketahui  pemerintah setempat. Namun dalam perjalanan nya tidak semudah apa yang dibayangkan para petani. Karena pihak BANK dianggap tidak memberi kemudahan bahkan cenderung mengada-ngada, dan menyepelekan  program dari presiden Jokowi  apalagi kalau hanya program menteri pertanian saja.

Melalui  Kordinator kelompoknya yang selama  ini berbulan - bulan kumpulkan data petani  mulai dari KK, KTP , surat nikah keterangan usaha bagi yang bermohon kini sudah selesai semua.

Namun setelah semua selesai, pihak BANK BRI sepertinya mengabaikan proposal kelompok tani yang sudah terkumpul itu. Bahkan pihak pegawai BRI Unit Bontonompo mengatakan itu tidak ada, ini yang dari BRI bukan dari kementrian. Kami disini sudah lama mengololah KUR, beber kordinator kelompok tani dengan kecewa menirukan jawaban salah satu pegawai BANK BRI unit Bontonompo, baru-baru ini.

Sejumlah anggota  mengatakan kami sudah susah tapi  dipersulit lagi, kami sudah siapkan semuanya, termasuk  kopian ktp, KK, buat surat keterangan usaha dn kopi surat nikah dan nomor  hp masing-masing petani tapi hasilnya seperti ini, hanya nol besar.

Ratusan berkas petani menumpuk dirumah koordinatornya diambil dari BRI kembali  karena tidak kunjung diproses. Dengan berbagai alasanya bahkan pihak  Survey dari BANK rupanya  tidak menghargai  kepada kordinator sebagai orang yang terdekat dari petani sejak awal dengan  dian-diam ke lokasi tanpa ada pemberitahuan.

Kami kan yang tahu kelompok ini dan itu, seharusnya beri tahu dong agar kami bisa temani ke lokasi, karena Kamilah yang mengumpulkan berkasnya, ujar kordinator yang tak mau disebut namanya. Kami punya kelompok petani perempuan yang berjumlah  100 orang (KK). Mereka mau dulu karena dibilang tidak ada jaminan surat tanah dan mudah mendapatkannya.

Program Dirjen Kementrian dipermainkan pihak BRI Unit Bontonompo. Demikian halnya orang orang yang diberi mandat tugas dari Dirjen kementrian sarana dan prasarana seperti  Sawaluddin Rala yang mengawal program KUR kepada kelompok tani. Demikian juga kepada Hasan Empo yang mendapat tugas yayasan insan cita dalam mengawal kelompok tani tersebut.

Dengan  caranya sendiri, berkas kelompok Tani seperti nya tidak mendapatkan respon. Bolak balik  dari kantornya dengan berbagai alasan, pastilah kami kecewa, Kami yang yang uber-uber pertanyaan dari petani, kami didatangi terus, ujar kordinator kelompok tani.

Harapan terbesar para Petani adalah ketika bisa cair KUR yang di ajukannya melalui  Kelompok. Dianggap bisa maksimal hasilnya ketika nanti enam bulan baru kita bayar, makanya kami bersemangat karena ada waktu longgar diberikan yakni 6 bulan baru kita bayar lagi, pungkas para petani.

Namun pihak petani merasa heran karena hanya BRI Bontonompo saja yang mempersulit kelompok tani karena  di BRI lain para petani khususnya yang mengajukan KUR tidak merasakan seperti ini. BERKAS KELOMPOK  tani langsung diambil yang dikumpulkan ketua kordinatornya.

Kelompok seperti ini, kan ada basis massanya, apalagi kalau dari petani, kasian itu kalau tidak segera terwujud, harapannya untuk meningkatkan ekonomi keluarga karena berharap ada hasil yang ingin dicapai tapi kok dipersulit pihak BANK ?

Kelompok tani rencananya akan demo ke kantor BRI unit Bontonompo jika tak merealisasikan KUR yang diajukan  Kelompok tani. Salah seorang pegawai BRI Unit Bontonompo ngotot mengatakan bahwa KUR ini sudah lama berjalan disini, dan bukan program dari kementrian, bebernya.

Seharusnya pimpinan BRI  yang harus bertanggung jawab, kalau memang ini program kementrian janganlah ada kesan kelompok tani di persulit. Karena biasanya  itu memang sudah ada anggaran yang diberikan kepada BANK untuk mengolah saja dan diberikan kepada masyarakat atau kepada kelompok tani yang bermohon. Sehubungan dengan masalah ini, kepala unit BRI Bontonompo berusaha dihubungi namun selulernya sedang tidak aktif sampai berita ini edar (TRI/MIH)

Rabu, 05 Februari 2020
Mantap, Kabar Baik Untuk Petani, Pemerintah Siapkan KUR Dengan Bunga Ringan

Mantap, Kabar Baik Untuk Petani, Pemerintah Siapkan KUR Dengan Bunga Ringan


JAKARTA (KARYA INDONESIA) Kredit Usaha Rakyat (KUR) dinilai sangat membantu petani untuk melanjutkan atau mengembangkan usaha taninya. Pasalnya, KUR menjadi solusi bagi para petani karena mudah dan bunganya ringan.
Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) Sarwo Edhy menjelaskan, untuk melanjutkan usaha tani, masalah pembiayaan memang menjadi kendala. Petani sedikit kesulitan ketika akan meminjam ke bank karena masalah agunan atau jaminan dan angsurannya yang cukup besar.
“Karena usaha tani ini berbeda dengan usaha-usaha lainnya, pastinya petani akan kesulitan mendapatkan permodalan. Untuk mengatasinya, pemerintah mengeluarkan KUR pertanian dengan bunga rendah,” kata Sarwo Edhy, Selasa (4/2).
Dijelaskan Sarwo Edhy, bahwa di tahun ini suku bunga KUR menjadi 6 persen per tahun dan tanpa agunan untuk pinjaman maksimal Rp 50 juta.
“Tahun sebelumnya bunga KUR 7-8 persen, tapi sekarang menjadi 6 persen maka tidak akan memberatkan petani. Dengan turunnya suku bunga KUR ini, tentu menjadi angin segar bagi petani,” ungkap Sarwo Edhy.
Selain itu, KUR untuk petani ini skemanya berbeda dengan KUR pada umumnya. Jadi petani mendapatkan keringanan untuk membayarnya, yakni dapat dibayar (bahkan boleh dicicil) pada saat produk pertaniannya sudah menghasilkan. 

“Ini tentu memudahkan para petani. Misalnya petani mengajukan KUR Rp 50 juta (tanpa agunan) untuk modal usaha taninya yang berupa tanaman padi atau jagung. Kedua tanaman ini kan baru menghasilkan kurang lebih 3 bulan. Jadi ketika sudah 3 bulan, mereka (petani) dapat melunasinya, bunganya hanya 0,2 persen atau sekitar Rp 8 ribu saja,” jelasnya.
Direktur Pembiayaan Pertanian, Indah Megahwati menambahkan, KUR yang disediakan Kementerian Pertanian saat ini sebesar Rp 50 triliun. Dengan pembagiaannya Rp 20 triliun Bank BNI, Rp 20 triliun Bank BRI dan Rp 10 triliun Bank Mandiri. Indah menuturkan untuk saat ini KUR yang sudah siap adalah RP 20 triliun yang berada di Bank BNI.
“Jadi dalam 4 bulan kedepan, KUR Rp 20 triliun ini sudah disalurkan ke petani yang memang membutuhkan modal usaha tani. Karena arahannya, dalam 6 bulan total seluruh KUR (Rp 50 triliun) sudah tersalurkan ke petani,” tuturnya.
KUR yang nanti dikeluarkan bukanlah berbentuk uang, melainkan berbentuk sarana produksi pertanian. Makanya dalam KUR ini, daerah (dinas) dan bank sudah bekerjasama dengan para off taker yang dibutuhkan para petani.
“Off taker yang dimaksud adalah penyalur pupuk, benih, bahkan hingga alat dan mesin pertanian,” tambahnya.
Agar KUR ini dapat tersalurkan secara adil dan merata, Indah meminta daerah turut berperan. Apalagi kepala dinas pertanian berperan untuk mengeluarkan surat pernyataan bahwa petani/kelompok tani tersebut berhak mendapatkan KUR.
“Makanya nanti di Kostratani (Komando Startegis Pembangunan Pertanian) di tingkat kecamatan terdapat Klinik Konsultasi Pembiayaan yang fungsinya sebagai konsultan atau yang membantu petani untuk mengajukan KUR. Selain itu, klinik ini berfungsi sebagai pengawas penyaluran KUR,” pungkasnya.(Tri-KIN)


Random Post

Back To Top