Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Bansos. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bansos. Tampilkan semua postingan
Sabtu, 09 Mei 2020
Warga Gowa Pilih Kembalikan Bansos, Sosiolog Unhas Nilai Aksinya Bisa Jadi Contoh

Warga Gowa Pilih Kembalikan Bansos, Sosiolog Unhas Nilai Aksinya Bisa Jadi Contoh


GOWA(MEDIA INDONESIA HEBAT) Sejumlah warga sadar diri bahwa bantuan dari pemerintah memang diperuntukkan kepada yang kurang mampu. Terbukti warga Dusun Bontocinde, Desa Bontoramba, Kecamatan Pallangga yang memilih mengembalikan bantuan sosial (bansos) dalam rangka penanganan penyebaran virus coros atau covid-19. Aksi tersebut juga dilakukan Daeng Saralia warga Lingkungan Parang, Kelurahan Lanna Kecamatan Parangloe.

Penerima bantuan program Kementrian Sosial  berupa Program Keluarga Harapan (PKH) ini memilih mengembalikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang ia terima dari pemerintah kelurahan. Di mana BLT yang diterima sebesar Rp 600.000 itu ia kembalikan ke pemerintah kelurahan disaksikan Babinsa Kelurahan Lanna, Kamiluddin dan Bhabinkamtibmas Andi Rahmat di rumah pribadi Daeng Saralia, Jumat (8/5) kemarin.

Keputusan dua warga Kabupaten Gowa ini mendapat apresiasi dari Sosiolog Universitas Hasanuddin (Unhas), Muhammad Ramli AT.

Ia menilai bahwa ini merupakan suatu hal yang patut diapresiasi dan dicontoh. Pasalnya pilihannya untuk mengembalikan bansos yang bukan menjadi hak dan kewajibannya sangat membantu pemerintah di tengah keterbatasan bantuan yang ada.

Sehingga bantuan yang dikembalikan ini bisa dialihkan kepada masyarakat yang lebih membutuhkan. Apalagi di tengah pandemi Covid-19 ini banyak masyarakat yang terkena dampaknya.

"Saya kira itu perlu diapresiasi karena itu salah satu cara dan bentuk partisipasi masyarakat sendiri yang diharapkan bisa menjadi contoh dari warga lainnya. Mereka memperlihatkan sikap yang lebih bijak dalam menghadapi situasi seperti ini dimana banyak sekali warga kita yang butuh bantuan, sementara bantuan selalu terbatas," katanya dikonfirmasi, Sabtu (9/5) .

Dosen Sosiologi Unhas ini mengatakan, di tengah situasi pandemi Covid-19 memang sangat dibutuhkan untuk saling membantu. Olehnya, ia berharap warga dengan kemampuan ekonomi yang cukup bisa ikut mengulurkan tangan memberikan banyak kepada masyarakat lain yang membutuhkan.

"Pemerintah saya kira pasti kewalahan kalau dia tidak dibantu seperti ini. Dan saya kira tugas pemerintah juga sebaiknya ikut mendorong partisipasi masyarakat agar bersinergi dengan pemerintah, agar semuanya bisa dilalui bersama-sama," terangnya.

Sementara Lurah Lanna Syakhrir saat dikonfirmasi mengatakan, keputusan warganya yang sengaja mengembalikan BLT dari pemerintah karena dirinya telah mendapatkan bantuan sosial lainnya, yakni PKH.

"Saya kira ini suatu yang sangat luar bisa karena ada masyarakat yang sadar sendiri untuk mengembalikan ini. Ternyata yang dapat BLT ini atas nama suaminya namanya Taba. Sementara Daeng Saraila terima PKH," singkatnya. (K.Sijaya)
Selasa, 28 April 2020
Pendistribusian Bansos Belum Sampai Diwarga, Pemkab Gowa Tunda PSBB

Pendistribusian Bansos Belum Sampai Diwarga, Pemkab Gowa Tunda PSBB


GOWA (MEDIA INDONESIA HEBAT) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gowa menunda pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar PSBB yang rencananya akan dilaksanakan pada Rabu (29/4) mendatang.

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengatakan penerapan PSBB akan dilaksanakan pada awal bulan Mei mendatang. Menurutnya penundaan ini dilakukan menunggu semua distribusi bantuan tersalurkan dengan baik sebelum PSBB.

Adnan menjelaskan bahwa pelaksanaan PSBB yang rencana akan dilaksanakan Rabu (29/4) mendatang ditunda sesuai kesepakatan dengan Forkopimda Gowa.

"Kami sepakat untuk menyalurkan dulu bantuan sosial baru kita memulai PSBB. Salah satu yang ditunggu adalah pencairan dana desa yang diperkirakan akan cair awal Mei mendatang," jelas Adnan saat memimpin Rapat Koordinasi Persiapan PSBB Kabupaten Gowa, Senin (27/4).

Adnan menyebutkan bahwa jika PSBB tetap dilaksanakan pada bulan ini, maka ada sekitar 11.666 Kepala Keluarga (KK) masyarakat desa kurang mampu yang belum mendapatkan bantuan. Mereka ini mendapatkan bantuan dari pos anggaran dana desa yang diperuntukkan untuk penanganan Covid-19.

Orang nomor satu di Gowa ini berharap PSBB Kabupaten Gowa ini betul-betul berjalan dengan baik dan masyarakat tinggal di rumah selama pelaksanaan PSBB sehingga mata rantai penularan Covid-19 di Kabupaten Gowa ini bisa terputus.

"Selama PSBB kita berharap masyarakat bisa disiplin untuk tinggal di rumah,  selama 14 hari. Karena 14 hari ini yang sangat menentukan memutus mata rantai penularan Covid-19. Konsekuensi yang pemerintah harus pastikan yaitu memenuhi kebutuhan pokok masyarakat selama 14 hari," jelasnya.

Sementara itu, menanggapi hal tersebut, Kapolres Gowa, AKBP Boy FS Samola mengaku siap jika PSBB ditunda sampai pendistribusian bantuan selesai. Menurutnya bantuan ini menjadi penentu kesuksesan pelaksanaan PSBB di Kabupaten Gowa.

"Semakin baik distribusinya, maka akan semakin mengurangi beban kerja kita. Kalau ada alternatif diundur kami setuju saja," kata AKBP Boy FS Samola.

Ia juga menyebutkan untuk pelaksanaan PSBB ini pihaknya telah menyiapkan 1.500 personil gabungan yang terdiri dari Polres Gowa, Kodim 1409 Gowa, Satpol PP,  Dinas Perhubungan (Dishub, Dinas Kesehatan (Dinkes),  Pemadam Kebakaran, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan beberapa organisasi kemasyarakatan.(K.Sijaya)
Kamis, 05 November 2015
Dana Bansos Kini Menelan Lagi Korban, Andi Muallim Masuk Bui

Dana Bansos Kini Menelan Lagi Korban, Andi Muallim Masuk Bui


Media Indonesia Hebat, Makassar, Halo apa kabar kasus Bansos, kini memakan lagi korban, mantan pejabat Pemprov Sulsel Andi Muallim setelah sekian lama jadi terperiksa kejaksaan sulsel dengan atas nama tugas, andi Muallim dimasukkan ke bui.

Dana Bansos yang selama ini banyak menyita perhatian publik karena  banyak diantara penerima hanya fiktif belaka. Sulawesi-selatan masuk dalam rana merah, tentang penyalagunaan dana Bansos yang merugikan keuangan negara. Sekalipun banyak yang meragukan pihak Kejaksaan dalam penanganannya. Namun teriring dengan waktu, penegak hukum yang bernama Kejaksaan satu persatu telah masuk bui. Mereka rata-rata pelakunya adalah pejabat dan mantan pejabat. Untuk itu kinerja kejaksaan terus kita berikan aplaus dan apresisasi setinggi-tingginya agar terus bisa menyelesaikan kasus Bansos di sulsel ini.

Rakyat ingin, kinerja Kejaksaan terus berkobar, jangan mau kalah dengan penanganan kasus Bansos didaerah lain yang terus berkibar penanganan kasusnya. Siapa yang salah dan menikmati dana Bansos seharusnya memang mendapatkan ganjaran hukumannya. Rakyat selama ini diatas namakan namun merekalah para pejabat yang menikmatinya.

Kejaksaan harus terus gigi menanganinya, jangan ada anggapan bahwa kejaksaan hanya tebang pilih. Teruslah kembangkan karena masih banyak pelaku Bansos yang berkeliaran dan tidak terjamah dengan hukum, kecuali Kejaksaan tebang pilih dalam menanganinya.

Kejaksaan harus berani menindak lanjuti orang-orang yang selama ini menikmati dana Bansos, walau pada akhirnya mereka mengembalikannya. Proses hukum harus jalan terus, jangan karena sudah mengembalikan lalu proses hukumnya dikesampingkan.

Dana Bansos yang selama banyak menyita perhatian publik tentu berharap bisa tuntas sampai ke akar-akarnya Andi Muallim juga harus membuka tabir secara keseluruhan yang dia ketahui.

Karena yang pasti dialah yang paling banyak tahu dana Bansos mengalir ke siapa-siapa. Jangan bungkam, apalagi korban sendiri. Kejaksaan juga jangan berhenti sampai disini, misalnya orang-orang yang perna mengembalikan dana Bansos harusnya kan tetap proses hukum jalan, misalnya mantan anggota DPRD yang saat ini menjabat bupati Takalar yang nyata-nyata mengembalikan dana Bansos yang perna dikantonginya (****)

Random Post

Back To Top