Info update
Loading...

Berita Nasional

Gubernur Sulsel/Wakil Gub

Gubernur Sulsel/Wakil Gub
Terima Penghargaan

Ketua DPD PAN SULSEL

Ketua DPD PAN SULSEL
PAN Sulsel

Kapolres Gowa

Kapolres Gowa
Di himbau kepada masyarakat agar menghindari seperti balap liar, jgn main petasan dn jgn kriminal main kelompok.(AKBP Simanjuntak SH, SIK,MH, M.I.K

PERSILADI

PERSILADI



Berita Daerah

Berita Terbaru

Tampilkan postingan dengan label BBWSP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label BBWSP. Tampilkan semua postingan
Rabu, 27 Februari 2019
Bahaya, BBWSJ Ingkari Janjinya, Sekretaris IP3A : Besok Kami Geruduk Kantornya

Bahaya, BBWSJ Ingkari Janjinya, Sekretaris IP3A : Besok Kami Geruduk Kantornya


Gowa (Karya Indonesia) - Induk Perwakilan Petani Pemakai Air (IP3A), Kabupaten Gowa merasa kesal kepada Balai Besar Wilayah Sungai Pompengan Jeneberang (BBWSJ) pasalnya pihak  tersebut selalu buat janji-janji sampai sekarang belum terealisasi.
Hal ini di ungkapkan Sekretaris Induk Perwakilan Petani Pemakai Air, Ramli Lallo mengatakan sejak bencana banjir bandang dan tanah longsor melanda pada bulan Januari (22/1) tanggul bendung Kampili roboh dan hingga kini dari pihak BBWSJ belum memperbaikinya.

" Pihak Balai Besar Pompengan selalu berjanji akan di perbaiki ini bendung Kampili sampai sekarang tidak ada pembuktian untuk memperbaiki, " ucapnya

Lanjut ia juga mengungkapkan besok direncanakan akan turun langsung datang kekantor Balai Besar Pompengan untuk mempertanyakan hal terkait dengan Perbaikan bendung sebab kalau tidak melakukan hal demikian maka petani akan terancam gagal panen

" Sangat disayangkan jika tidak ada perbaikan bendung Kampili sebab 9000 hektar sawah akan terancam gagal panen dan akan menganggu perekonomian masyarakat di Gowa" kata Ramli di Sekretariat Group Wartawan Media Online (GoWA- MO) Rabu (27/2/2019)

Diketahui sebelumnya Ketua Forum Das Sungai  (FORDAS) Jeneberang, Rahmansyah saat meninjau lokasi bendung Kampili melakukan langkah antisipatif yaitu mengeruk sedimen di depan bendung sehingga air bisa mengalir menuju pintu air bendung, membersihkan material kayu di depan pintu bendung, menutup aliran air yang baru, langkah kegiatan ini memerlukan alat berat

" Agar secepat mungkin pemerintah dan instansi terkait untuk bisa memberikan solusi bagi para petani khususnya di Pallangga ", Ucapnya

Lanjut ia juga menuturkan perlu segera penanganan serius karena ini terkait kebutuhan air petani di daerah gowa. Kalau sampai gagal tentu yang merasakan dampaknya petani kita. Dan tentu saja stok pangan akan terganggu

" Sangat dibutuhkan normalisasi sungai akan mengarah ke mulut bendungan dan membenahi kembali tanggul yang jebol sebelum bendungan dan sesegera mungkin membersihkan material menutupi jalur sungai ke arah bendungan," pungkas Ketua Forum Das Sungai (FORDAS) Jeneberang, Rahmansyah.

Diketahui Bendung Kampili ini mengairi pesawahan sekitar 10.545Ha kalau satu musim menhasilkan rata rata 6,5 ton/Ha GKP ( gabah kering panen ) maka produksi satu musim adalah 68.542 Ton GKP kalau dikonversi ke beras sebanyak 37.698 Ton, ini bisa mencukupi kebutuhan beras selama setahun sebanyak 314.150 jiwa dengan komsumsi 120 kg/kapita/tahun.

Hingga berita ini terbit pihak BBWSJ telah melakukan kegiatan dan mulai ada langkah kongkrit perbaikan apa yg menjadi masalah teknis di Bendung Kampili atas desakan dan koordinasi Bupati Gowa ke pihak BBWSJ dan instansi berkompoten lainnya.(Kadir Sijaya)
Selasa, 18 September 2018
Petani Gowa Tuntut Tanggung-Jawab BBWSP-J. Janjikan Air Sampai Bulan September.

Petani Gowa Tuntut Tanggung-Jawab BBWSP-J. Janjikan Air Sampai Bulan September.

Petani Gowa Tuntut Tanggung-Jawab BBWSP-J. Janjikan Air Sampai Bulan September, namun baru memasuki awal September air sudah tidak ada, akibatnya petani gigit jari.
"Padi petani mengalami kerugian besar atas atas kekeringan yang dialami"

Gowa (Karya Indonesia) Tidak profesionalnya pengololaan air untuk petani, membuat ribuan hektar padi mengalami kerugian. Menyusul air yang dijanjikan pihak terkait sudah tidak ada.

Pada hal petani sangat membutuhkan mengingat sawah mereka yang sudah ditanami padi yang baru berumur 2 minggu lebih, sudah mulai kekeringan. Pada hal bulan September ini sebagai mana yang dijanjikan air masih berjalan normal, ternyata hitungannya salah besar, ungkap para petani.

Akibatnya para petani yang mengalami kerugian besar, sawahnya mengalami kekeringan, akibatnya padi yang berumur 2 minggu lebih ikut kering.

Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang yang menjamin ketersediaan air sampai bulan September 2018. Ternyata hanya hitungan belaka karena masuk bulan September ini sesuai janjinya air sudah tidak ada mengalir.

Sementara para petani sudah terlanjur menanami sawah mereka dengan padi. Pernyataan pihak terkait seperti Balai Besar Sungai Pompengan Jeneberang yang diputuskan dalam rapat KOMISI IRIGASI pada bulan April 2018, beber sejumlah petani yang menganggap pengololah pengairan tidak profesional. Akibatnya ribuan petani di Kabupaten Gowa merasa dirugikan.

Lebih jauh dikatakan, bahwa seandainya kita para petani tidak memegang penegasan dari instansi terkait tentulah kita tidak mengalami kerugian seperti ini. Padi yang kita tanam ini dari awal sudah mengeluarkan biaya besar, dari bibit dan pengolahan sampai biaya tanam sudah kita keluarkan, beber petani dari Gowa.

Sementara pihak BBWSP-J saat dihubungi selulernya atas keresahan para petani di Gowa,  pihak Balai tidak memberikan jawaban, karena nomor yang dihubungi tidak aktif (Kadir Sijaya)


Random Post

Back To Top