Info update
Loading...
Selasa, 15 November 2022

Ada Konspirasi Politik Pejabat Takalar Atas Di berlakukannya Tes Bagi Cakades ?

Jelang berakhirnya masa jabatan Bupati Takalar, Syamsari Kitta 22 Desember 2022 diwarnai Demo massa Cakades.



Pada hal sejatinya, tahapan Pilkades menjadi proses demokrasi yang dinikmati secara elegan Dan transparan oleh semua warga. Hanya karena aturan dan dianggap tidak jujur.

Namun kenyataannya yang terjadi di Kabupaten Takalar berbanding terbalik. Hasil tes pada tahapan Pilkades Serentak tahun 2022 edisi kedua diwarnai aksi bakar ban, demonstrasi dan tutup jalan.

Sejak tanggal 11 November 2022 hingga berita ini diturunkan, gelombang protes masih terus berlanjut. 

Sejumlah pendukung dan warga calon kepala desa tak terima dengan hasil tes tertulis (tambahan) yang dihelat oleh panitia pelaksana.

Sekadar diketahui bahwa, tes tambahan dilakukan bagi desa yang memiliki pendaftar lebih dari 5 orang, tidak ada masalah asalkan panitia jujur dan transparan, acuan nilainya seperti apa ?

Gejolak mulai muncul ketika hasil tes diumumkan,dimana ditemukan beragam keganjalan. Ada calon yang hanya tamatan SMP lolos sedangkan calon dengan pendidikan S2 gugur, ini kan aturan aneh bin ajaib.

Kami mencium bau ketidakberesan dalam tahapan tes tambahan ini. Dimana hasil tes tak diumumkan secara transparan. Panitia hanya memunculkan akumulasi nilai total, sedangkan jawaban para kandidat cenderung disembunyikan, ujar salah satu Korlap Aksi Demo di jalan poros Galesong.

Hingga berita ini diturunkan, gelombang aksi demonstrasi masih berlangsung bahkan akan berlanjut esok hari, dihari ketiga.

Mencermati hiruk pikuk ini, Ketua DPC PPP Takalar akan mengusulkan ke Kemendagri lewat Fraksi PPP DPR RI untuk dihentikan semua proses dan tahapan pilkades serentak ini.

Kami akan mengusulkan agar Pilkades Serentak Tahun 2022 Kabupaten Takalar dihentikan untuk menghindari keos dan gelombang aksi demo yang lebih banyak, tutupnya. (Redaksi/MIH)

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top