Info update
Loading...
Rabu, 18 September 2019

Menghina Wartawan, Oknum Aparat Desa Kampili di Polisikan

Ramli Rewa ikut memanas-manaskan situasi ini, apalagi kalau menantang untuk lanjut dipolisi karena dia bekengi aparat desa tersebut, mentang-mentang anggota Dewan sehingga berani pasang badan kepada orang yang nyata-nyata menghina profesi wartawan, kita terima tangtangannya oknum pak Dewan ini, ujar sejumlah wartawan.

GOWA (KARYA INDONESIA) - Terkait Cuitan salah satu oknum RT dusun Lompokiti Desa Kampili Kabupaten Gowa Sulawesi Selatan, Sabtu malam 14/09/2019, membeberkan kalau dirinya dan kades Kampili sangat membenci dan menuding negatif profesi wartawan

Ujaran kebencian sang oknum RT berinisial DS diungkapkan di sejumlah warga disalah satu warkop di Desa kampili, dalam ciutannya ia bersama kadesnya jengkel serta menuding negatif profesi wartawan.

” Wartawan kerjanya hanya minta – minta uang bahkan di kantor desa kalau ada wartawan pak Kades juga jengkel kalau didatangi wartawan.” ucap DS dihadapan sejumlah warga yang berkunjung di warkop tersebut, ciutan oknum RT terdengar oleh awak media.

Namun ulah aparat Desa Kampili ini mendapatkan pembelaan dari salah satu anggota dewan dari Partai Persatuan Pembangunan Gowa, Ramli Rewa. Sangat di sayangkan anggota DPRD ini menantang wartawan untuk melaporkan ke ranah hukum. "Silahkan laporkan ke polisi nanti kita lihat, sampai dimana kemampuanmu", ucapnya yang ditirukan oleh Najamuddin Dg Serang

Hate Speech ini ditanggapi dingin Ketua Umum DPP GoWa-MO, Syafriadi Djaenaf. Penghinaan kemuliaan profesi wartawan tidak boleh dibiarkan. Mungkin saja oknum aparat desa rendahan sekelas RT bernama DS ini belum tahu kemuliaan profesi ini dan tidak mungkin mulutnya dibiarkan penuh kotoran kalau pendidikan atau jabatannya tinggi

Yang lebih mengherakan lagi kalau ada anggota dewan yang menjadi tamengnya. Apalagi membela mati-matian, pada dia tahu yang bersangkutan memang salah. Saya tidak habis pikir kalau seorang Ramli Rewa sebagai anggota DPRD yang background nya LSM yang perna berkoar-koar kalau ada ketidak beresan, sekarang ini sudah jagoan melakukan pembelaan yang nyata-nyata sangat menghina kami.

Ramli Rewa lupa dengan kulitnya, beber sejumlah wartawan baru-baru ini. Kalau Ramli Rewa tidak meminta maaf dan menarik ucapannya maka kita akan melaporkannya juga, biarkan ada istilah anggota Dewan Sombong Versus Wartawan lemah, sekali lagi jangan  perna menghina profesi kami.

Kita akan menerima tantangan anggota dewan ini, sampai sejauh mana dia bisa melakukan pembelaan. Ini penghinaan terhadap salah satu profesi, jangan dicampur adukkan dengan politik, tidak semua masalah harus di masukkan ke ranah politik, Bos,"tutup "Pak Ketua" (sapaan akrab Daeng Mangka)

Sementara itu Ramli Rewa saat dikonfirmasi via telepon selularnya mengatakan hanya ingin memediasi agar persoalan ini tidak berlarut larut karena kebetulan oknum aparat desa bernama DS itu keluarga dengan saya, lagian juga kepala desa Kampili sudah meminta maaf secara terbuka,"ujar mantan Anggota Dewan PDIP Gowa ini.

Informasi terakhir dari wartawan yang menerima Hate Speech kalau sudah melaporkan masalah ini ke Polres Gowa, kita lihat saja nanti sampai dimana Ramli Rewa bisa membela keluarganya yang menghina profesi kami.(Red/Desi)

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top