Info update
Loading...
Sabtu, 28 September 2019

Andry Pietrajaya Serobot Tanah Djabira Seluas 8870 M2.

"Dg Sese memperlihatkan bukti Rincik milik Djabira atas tanah yang ditempatinya"

Maros (Karya Indonesia) Karena uang segalanya bisa dilakukan, itulah yang di duga kuat dilakukan seorang pengusaha oknum Cina yang bernama Andry Pietrajaya. Tanah milik Djabira bin Latuwo, dengan Porsi 39 S2, luas 1, 36 hektar, terletak di C1 nomor 275 telah disorobotnya, hal ini dikatakan Dg Sese/Ju'mat/27/9/19.
"Surat Rincik atas nama Djabira"

Andry yang bermodalkan sertifikat langsung memagari tanah milik Djabira dan merusak tanaman pisang, pohon mangga yang ditanam anak Djabira dalam lokasi miliknya itu.
"Dg Sese menunjuk pohon pisang nya yang sudah dibakar atas perintah Andry"

Keluarga Djabira anak dan menantunya sangat sedih melihat tanah milik orang tuanya, yang selama ini dikuasainya tiba-tiba diambil orang berduit atau pengusaha cina itu.
"Papan Pengumuman atas nama Andry Pitrajaya yang berdiri diatas lahan tanah milik Djabira"

Bermodalkan sertifikat salah lokasi dan kekuatan uang, oknum Cina itu (Andry) semena-mena terhadap orang kecil dan miskin ? Karena seenak perutnya saja melakukan penyorobotan tanak milik Djabira yang nota bene nya lengkap dengan surat Rincik yang dipegang anak Djabira bin Latuwo, Syamsia (Dg Sese).

Salah seorang pemerhati dan penggiat bagi "Masyarakat yang terkebiri Hak-haknya karena orang kecil dan tidak berdaya" Kaharuddin, SHi, akan melaporkan Andry Pitrjaya ke Polda atas perbuatannya itu, dikatakan bahwa yang bersangkutan itu bukan warga negara yang baik, dia semena-mena terhadap orang yang tidak berdaya, hanya karena kekuatan uang dan dianggap orang besar, pungkas Kaharuddin S.Hi, penggiat dan pemerhati orang-orang kecil dan terkebiri hak-haknya.

Lebih jauh dikatakannya bahwa dirinya sudah mendatangi Andry dengan mensomasi atas perbuatannya itu, jangan karena uang dan pengusaha terkenal, lalu semau-maunya melakukan pelanggaran hukum, mengambil paksa tanah tanah milik warga yang punya legalitas hukum, mereka punya rincik dan bukti lainnya atas nama orang tuanya, kok tiba-tiba dicaplok ? Tidak begitu caranya berwarga negara yang baik Pak Andry, ujar Kaharuddin didepan Andry saat mensomasinya.

Salah seorang keluarga anak dari Djabira yakni Syamsia sangat kesal karena tanah ayahnya tiba2 berubah sertifikat yang sdh berubah kepemilikan sertifikat, terakhir kepada angge(Andre) seorang pengusaha cina.
Andre itu salah lokasi kalau atas sertifikatnya.

Syamsia anak dari Djabira Bin Latuwo bersaudara 5 orang, meninggal 2 orang, yang masih hidup, Syamsia, Sanna dn Hatik.

Keluarga Djabira sangat marah kenapa tanah orang tuanya tiba2 jadi sertifikat yang dikuasai Andre pengusaha cina tersebut. Bahkan tanah milik orang tuanya sudah dipagar tembok, dan semua tanaman miliknya seperti tanaman pisang, pohon mangga yang ditanam oleh Dg Sese telah ditebang dan dibakar oleh Dg Tunru salah seorang anak buah Andry yang katanya diperintahkan oleh Bosnya yang bernama Andry Pitrajaya.

Menurut Dg Sese, dirinya dipersulit oleh pemerintah setempat, setiap dirinya mau membayar PBB atas tanah milik orang tuanya itu. Lurah Bakun, hanya memberikan jawaban bahwa tanah itu sudah bersertifikat, ujar Dg Sese saat di wawancara dengan wartawan.

Lurah Bakun selalu beralasan bahwa tanah itu sudah bersertifikat sehingga dianggap keluarga Djabira tidak punya lagi hak atas tanah milik orang tuanya. Bagai mana bisa tanah miliknya yang selama ini ditempatinya berubah sertifikat hak milik orang lain ? Sementara kami tidak pernah menjualnya kepada siapapun juga, beber Dg Sese lagi. (Tim-Red)

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top