Info update
Loading...
Minggu, 18 Agustus 2019

Kualitas Preservasi Jalan Makassar Gowa dan Takalar Di Ditengarai "Buruk" Kini Disoal Banyak Elemen


GOWA (KARYA INDONESIA) Sejumlah proyek besar kini mulai dipelototi banyak kalangan. Berdasarkan pengaduan masyarakat, Kamis [15/08/2019] bahwa pekerjaan preservasi jalan yang menggunakan beton U-Ditch di depan Terminal Cempaka Bungayya, Pallangga, dianggap tidak sesuai Spesikasinya.
Menurut warga tersebut jika U-Ditch [tipe bahan] jalan di sana tidak sesuai standar mutu pabrik, sehingga mengakibatkan banyaknya bahan yang rusak dan patah sebelum dipasang.

Pekerjaan jalan tersebut dikelola oleh PT Tiga Bintang Griyasarana, dan konsultan supervisi oleh PT Jasa Mitra Manunggal dan PT Bintang Inti Rekatama, dibawa Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat [PUPR] dengan nilai Rp 16,5 miliar lebih tahun anggaran 2019 dimulai sejak 22 Januari 2019 atau waktu pekerjaan 334 hari kelender.

Sekedar diketahui jika reservasi rekontrusi jalan 1,30 kilo meter, preservasi pelebaran jalan 113,3 meter, preservasi jembatan 37,6 meter, preservasi rute pelebaran jembatan 1350,9 meter, dan preservasi rekontrik 1,3 kilo meter , beber M Taufan kepada media.

Lebih jauh dikatakannya bahwa ada indikasi, terjadinya permainan spesifikasi pada pekerjaan tersebut "setahu saya kalau hanya dua pabrikan yang dipakai secara nasional.

Kalau yang ini kayaknya pabrikan baru tapi belum jelas lisensinya. Artinya, mutu material tersebut tidak standar, boleh jadi tidak pakai besi. Bahkan jalan itu dikerja sekedar asal asalan karena cetakan saluran airnya bukan dari pipa semua.

Bahkan,.ada kami temukan dari batang pisang", ungkapnya di Warkop Istana Mappala, Gowa, Jl. Sultan Hasanuddin baru-baru ini.

Dia menilai, Pemerintah kurang memperhatikan dan mengawasi kontraktor di lapangan sehingga terjadi kelalaian yang akan berdampak pada asas manfaat proyek tersebut, keadaan ini tidak bisa bertahan lama, bebernya.

“Seharusnya ada pengawasan intensif dari Pemerintah. Jangan sampai hasilnya tidak sesuai harapan masyarakat. Karena ini dana sebesar, kalau dikerjakan hanya asal-asalan bisa berdampak pada asas manfaat yang merugikan masayarakat.

Proyek reservasi jalan meliputi pengerasan bahu jalan, Drainase dan Pemeliharan jembatan. Untuk pekerjaan drainase tersebut  menggunakan U-Ditch atau beton pracetak, yang sampai saat ini sangat dikuatirkan kualitasnya karena banyaknya yang sudah pecah dan retak, pungkas  M.Taufan. (K.Si jaya/Red)

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top