Info update
Loading...
Kamis, 30 Agustus 2018

Jum'at Besok, Disperdastri Gowa Gelar Operasi Pasar Disejumlah Titik

Jum'at Besok, Disperdastri Gowa Gelar Operasi Pasar Disejumlah Titik.
Masyarakat di sejumlah daerah berteriak Atas Kelangkaan Gas 3 Kg.

Gowa (Karya Indonesia) Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdastri) Gowa akan menggelar Operasi Pasar, besok sisejumlah titik. Jumat (31/8/18).

Operasi ini dilaksanakan bertujuan agar masyarakat bisa membeli gas elpiji dengan harga normal sekalipun di sejumlah daerah dianggap langka termasuk di Gowa.

Kadis Perdagangan Disperdastri Gowa, Andi Sura menyampaikan saat dikonfirmasi via WhatApp,  Operasi pasar ini upaya Disperdastri memenuhi kebutuhan masyarakat yang kesulitan memperoleh gas elpiji 3 kg.

“Kemarin kita sudah menyurat ke pertamina, mengusulkan  operasi pasar.  Kami minta stok tabung gas elpiji untuk disalurkan ke masyarakat, Alhamdulillah Pertamina menyanggupi," katanya, Kamis (31/8/2018).

Operasi pasar akan digelar di tiga tempat. Di halaman Gedung Olahraga (Gor) Kecamatan Sombaopu. Di halaman Stadion Kalegowa, Kecamatan Pallangga. Dan di halaman Pasar Bajeng, Kecamatan Bajeng.

“Tiga titik ini, masing-masing di tiga kecamatan. Setiap lokasi kami akan salurkan sebanyak 560 tabung gas elpiji 3 kg. Tidak tertutup kemungkinan akan kita tambah jatahnya. Kalau masih ada warga belum terakomodir. Sesuai kebutuhan warga saja

Andi Sura Suaib mengungkapkan harga tabung gas elpiji 3 kg Rp15.500 per tabungnya, warga yang akan membeli harus membawa Kartu keluarga atau KTP agar bisa didata untuk mencapai kesesuaian peruntukkannya.

“Warga yang ingin membeli gas elpiji itu wajib membawa KK atau KTP-nya biar tepat sasaran. Jadi warga kurang mampulah yang berhak,” katanya lagi.

Kadis Perdastri Gowa ini, menegaskan selain warga kurang mampu, operasi pasar ini juga berlaku bagi pemilik usaha mikro. Dia berharap operasi pasar ini dapat dimanfatkan warga memenuhi kebutuhan sehari-harinya.

Diketahui sebelumnya salah satu penyebab terjadinya kelangkaan gas elpiji karena penggunaannya tidak tepat sasaran. Masyarakat menggunakan Gas 3 kg dengan peruntukan yang sudah kuar dari ketentuan.

Saat melaksanakan sidak beberapa hari lalu Disperdastri menemukan restoran dan usaha laundry juga menggunakan gas elpiji 3 kg yang bukan peruntukannya.

Masyarakat berharap, pihak yang berwenang akan betul-betul memberikan sangsi hukum terhadap pelanggarnya jika ditemukan ada kecurangan dalam kelangkaan gas 3 kg ini, beber warga yang merasa kesulitan mendapatkan gas Elpiji 3 kg ini.(Kadir Sijaya/KIN)

0 komentar :

Posting Komentar

Back To Top